Proyek Rumah Ibadah di Talio Belum Selesai, Ini Tanggapan Plt Kadis PUPR...!

Print Friendly and PDF


PULANG PISAU - Pembangunan tempat ibadah (gereja) di Desa Talio, RT 03, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau dipertanyakan. Pasalnya, pekerjaan yang dikabarkan mulai dikerjakan sekitar Agustus-September 2018 itu, sampai saat ini masih terlihat pondasi dan beberapa tiang bangunan yang berdiri.

Hal tersebut tentunya menjadi pertanyaan dan menuai protes serta keluhan dari masyarakat desa setempat, khususnya bagi para jamaat gereja.

Norweny, kepala Desa Talio dalam hal ini mengakui, sampai saat bangunan proyek gereja di desa yang dirinya pimpin masih belum terlihat adanya aktivitas pengerjaan. Padahal menurutnya bangunan gereja tersebut sangat  didambakan oleh para jemaat.

"Kita tentunya sangat berharap pengerjaannya agar dipercepat, agar dapat dimanfatkan para jemaat gereja nantinya," kata Norweny.

Ia juga merasa heran, kenapa sampai saat ini masih belum ada aktivitas pekerjaan. Apakah memang disengaja atau ada kendala lain, kita juga belum paham. Namun yang pastinya, sampai hari ini masih belum terlihat ada lanjutan pekerjaannya.

"Intinya kami hanya ingin tempat ibadah ini cepat selesai, biar jemaatnya dapat beribadah," tutur Nerweny mengingatkan.

Sementara informasi yang berhasil dihimpun wartawan media ini, terlihat dari foto bangunan gereja yang beredar benar adanya. Bangunan gereja tersebut hanya terlihat pondasi dan beberapa tiang saja yang terbangun.

Selain itu juga, di plang atau papan nama proyek bangunan itu tidak tertulis waktu pelaksanaannya. Hal ini tentunya akan menimbulkan pertanyaan berbagai pihak. Seperti apa teknis pekerjaanya?.

Sementara menanggapi hal tersebut, Plt Kadis PUPR Pulang Pisau, Usis I Sangkai, saat dikonfirmasi wartawan www. kabarkalteng.com, Selasa (23/10/2018) di ruang kerjanya mengatakan bahwa pekerjaan gereja Alpa Omega di Kecamatan Pandih Batu (Desa Talio) dengan nilai paket Rp 105.360.000, pada tahun 2018 ini masih tengah berlangsung.

Namun, lanjut Usis, pada tahun 2018 ini pekerjaannya belum dapat diselesaikan, dan akan dianggarkan pada tahun 2019 tahun depan.

"Progres atau kemajuan bangunan gereja pada 2018 ini hanya sampai 50 persen saja. Pekerjaan ini juga hanya sampai atap dan akan diselesaikan pada 2019 nanti," ucap Usis menyampaikan.

Ia juga telah melakukan koordinasi dengan Kepala Bidang yang menangani kegiatan tersebut. "Ya, terimakasih infonya. Sesuai keterangan yang saya dapat, pekerjaan akan dilanjutkan pada tahun depan," tukas Usis yang juga Definitif Kepala DPMPTSP Pulpis.[manan]


TAG