Polisi Amankan Empat Pencuri Sapi Bersenpi  

Print Friendly and PDF


PALANGKA RAYA - Polres Kotawaringin Barat (Kobar) berhasil mengamankan empat kawanan pencuri sapi menggunakan senjata api (senpi) yang sering beroperasi di kabupaten tersebut.

Empat kawanan pencuri itu, yakni Bambang Setiawan (23), Taufik Aziz (24), Slamet Tahrir (50), dan Hendrik (23). Kawanan ini setidaknya telah mencuri 27 ekor sapi milik perusahaan sawit.

Bahkan beberapa sapi yang dicuri langsung dijagal di tempat oleh para tersangka yang berhasil ditangkap polisi di Mess GSPP dan di Desa Sunai Pakit, Rabu (17/10/2018) malam.

Kapolres Kobar, AKBP Arie Sandy Z Sirait SIK MSi melalui Kasat Reskrim Polres Kobar AKP Tri Wibowo, Kamis (18/10/2018) menjelaskan kronolgis kejadian hingga dibekuknya para tersangka.

"Awalnya dua petugas keamanan kebun yaitu Yogi dan Suryadi sedang melaksanakan patroli di areal Block Echo II PT GSPP Desa Arga Mulya. Kemudian mereka melihat pagar listrik disekeliling lokasi penggembalaan sapi sudah dalam keadaan roboh," jelas Tri.

Dilanjutkannya, saat mereka melakukan penelusuran untuk mencari penyebab robohnya pagar listrik tersebut, keduanya menemukan isi perut sapi di dalam lubang parit yang sudah ditutupi pelepah sawit.

"Setelah itu keduanya langsung  melaporkan temuannya ke mandor kebun. Ketika jumlah sapi yang dimiliki perusahaan tersebut dihitung, diketahui sebanyak  ada 27 ekor sapi sudah raib," tuturnya.

Menindaklanjuti temuan tersebut, pihak perusahaan kemudian melaporkan kejadian itu pada Polsek Pangkalan Banteng.

"Tim gabungan Buser Polres Kobar bersama Polsek Arut Selatan (Arsel), Polsek Pangkalan Lada dan Polsek Pangkalan Banteng bersama-sama melakukan penyelidikan. Setelah mendapatkan informasi keberadaan pelaku kemudian melakukan penangkapan terhadap tiga pelaku di mess GSPP yaitu tersangka Slamet, Taufik dan Bambang dan tersangka Hendrik ditangkap di ruahnya di Desa Sungai Pakit. Perlu diketahui Taufik dan Slamet adalah karyawan perkebunan sawit tersebut," paparnya.

Menurutnya, saat menjalani pemeriksaan, para tersangka mengaku operasi pencurian tersebut dilakukan menggunakan kendaraan roda dua jenis patroli security dengan membawa senjata rakitan.

"Kemudian mereka menembak ternak sapi milik perusahaan dan beberapa sapi dijagal di sekitar TKP. Hasil curian kemudian diangkut menggunakan kendaraan roda empat jenis Xenia dan Hilux patroli. Akibat ulah para tersangka, kerugian perusahaan diperkirakan mencapai Rp 432 juta," cecarnya.

Selain para tersangka, dari tangan para tersangka turut diamankan barang bukti berupa sepucuk senpi rakitan, sepucuk senapan angin, sepucuk senjata grendel kokang, 12 butir amunisi kaliber 7,12 mm dan 13 butir amunisi kaliber 3,2 mm.

Sebuah mobil Xenia bernopol KH 1238 GC dan sebuah mobil Hilux Patroli PT GSPP bernopol W 9984 GH serta sebuah unit ranmor roda dua yang digunakan para tersangka untuk beraksi juga turut diamankan Polisi.

"Saat ini keempatnya masih menjalani pemeriksaan dan penyidikan di Polsek Pangkalan Banteng. Akibat ulahnya keempat tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman diatas lima tahun penjara. Untuk masalah keberadaan senpi saat ini masih dilakukan pengembangan penyidikan," tutupnya.[abimanyu]


TAG