OTT KPK Oknum Dewan Lukai Hati Masyarakat Kalteng

Print Friendly and PDF

OPERASI Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada empat Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah tampaknya mengagetkan sekaligus menorehkan rasa kecewa masyarakat Bumi Tambun Bungai.

Pun demikian dengan perkumpulan mahasiswa asal Kalimantan Tengah (Kalteng) yang bernaung di bawah bendera Ikatan Mahasiswa (Ikma) Barito Selatan (Barsel) wilayah Banjarmasin dan Banjarbaru. Mereka mengaku sangat merasa kecewa sekaligus prihatin dengan ditangkapnya wakil rakyat tersebut, dengan perkara suap yang melibatkan PT Bina Sawit Abadi Pratama.

Ketika para pemuda di Kalimantan Selatan (Kalsel) sedang berjuang untuk menyelamatkan daerah mereka dari kerusakan lingkungan yang tentu berdampak buruk bagi masyarakat, para legislator di Kalteng ini justru menjadi "jembatan" kerusakan lingkungan di daerahnya sendiri.

Walaupun dalam pemberitaan beberapa anggota DPRD Kalteng tersebut masih belum bisa ditentukan statusnya, empat orang tersangka yang disebutkan di atas sudah cukup banyak jumlahnya mengingat amanah yang seharusnya mereka emban.

Kejadian ini tentu membuat kita semakin sadar bahwa sudah seharusnya sebagai mahasiswa, kita peka terhadap keadaan di sekitar khususnya daerah kita sendiri. Agar nantinya, kita sebagai generasi muda yang mengisi ranah-ranah strategis di pemerintahan bisa menggunakan wewenang dan amanah masyarakat dengan sebaik -baiknya.

Lucu rasanya ketika putra daerah sekaligus orang yang dipercaya oleh masyarakat justru "ambil andil" dalam proses pengambilan keuntungan dengan merugikan kampung halaman kita sendiri. Karena itulah, kita yang sedang menuntut ilmu di perantauan ini sudah seharusnya kembali ke kampung halaman masing-masing ketika nanti telah menyelesaikan studi agar bisa ikut berpartisipasi dalam pembangunan daerah.

Kasus ini cukup sensitif, mengingat dampak yang akan dirasakan oleh masyarakat, karena memang sejak dulu masyarakat Kalteng yang mayoritasnya suku Dayak adalah orang-orang yang bersahabat dan hidup dari alam.

Ketergantungan masyarakat kita pada lingkungan ini seharusnya menjadi perhatian khusus bagi pemerintah dan pihak-pihak terkait, agar generasi selanjutnya bisa merasakan warisan lingkungan yang asri.

Jangan sampai mereka nantinya hanya ditinggalkan dengan tanah-tanah tandus, sungai yang tercemar dan udara yang tidak bersih. Sudah cukup kebakaran hutan yang selama ini terus terjadi di Kalimantan Tengah setiap tahunnya.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan adanya perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kalteng, mengingat lapangan pekerjaan yang tercipta untuk masyarakat di sekitarnya cukup besar.

Hanya saja, jangan sampai pengelolaan limbah perusahaan ini justru memberikan risiko yang juga besar bagi lingkungan.  Pemerintah bersama pihak-pihak terkait perlu memastikan keberadaan perusahaan-perusahaan ini benar-benar memberikan keuntungan bagi daerah kita.

Akhirnya, Ikma Barsel berharap apapun hasilnya nanti, semoga bisa dijalankan sesuai hukum yang berlaku dan jangan sampai ada kejadian serupa di tanah kelahiran kita Bumi Tambun Bungai.

Ikatan Mahasiswa Barito Selatan wilayah Banjarmasin dan Banjarbaru tentu akan terus memantau perkembangan kasus ini, lantaran cukup besar dampak lingkungan yang akan dirasakan masyarakat di sekitar Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan. Ini sekaligus sebagai bentuk tanggung jawab kami sebagai mahasiswa dan putera daerah.

Penulis: Annisa
Pengurus Ikma Barsel wilayah Banjarmasin Banjarbaru


TAG