Nadalsyah Imbau Pengusaha Tambang Manfaatkan Lahan Reklamasi

Print Friendly and PDF


MUARA TEWEH - Dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 1827 K/30/MEM/2018 sebagai pedoman pelaksana dari Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 Tahun 2018, disebutkan dalam Lampiran II bahwa tahapan reklamasi dalam bentuk revegetasi meliputi penatagunaan lahan, revegetasi dan pemeliharaan, yang mana dalam pemeliharaan dilakukan paling sedikit 3 tahun.

Sedang tanaman yang diatur yakni tanaman penutup, tanaman cepat tumbuh dan tanaman jenis lokal.

Guna mendukung program wajib pemerintah terhadap pemanfaatan lahan reklamasi tersebut Bupati Barito Utara (Barut) H Nadalsyah yang juga sebagai pengusaha melakukan penanaman kembali jenis tanaman hijau bermanfaat sebagaimana yang telah  ditentukan oleh aturan, diatas lahan reklmasi seluas kurang lebih 10 hektar.

Dalam penanaman tersebut disamping menjalankan kewajiban juga bertujuan untuk pengembalian fungsi hijau atas lahan yang telah di olah.

Selama kurun waktu tiga tahun, disamping ditanam tanaman jenis lokal seperti sengon, petai dan jengkol, lahan reklamasi juga akan ditumpang sari dengan tanaman pangan dan holtikultura.

Diharapkan tanaman tumpang sari ini menjadi salah satu tanaman yang dapat membentuk kembali tingkat kesuburan tanah dengan telah terjadinya proses pemulihan unsur-unsur hara sebagai sumber untuk pembentukan dan pertumbuhan jenis tanaman pokok yang telah ditanam dan berfungsi juga sebagai penutup lahan kosong yang tengah berproses dalam rangka menanti tumbuhnya tanaman  keras berupa jengkol, sengon dan petai.

Tahap pertama akan dilakukan penanaman jagung yang nantinya dikembangkan juga bawang merah, serai merah dan cabai.

Pola ini dilakukan berdasarkan pertimbangan nilai manfaat dan efektifitas atas penanaman jenis tanaman hijau yang ditanam, bahkan juga lebih mengedepankan nilai manfaat yang didapat dari penanaman dalam rangka penghijauan kembali. Diharapkan ini menjadi contoh yang dapat dikembangkan dan dilaksanakan oleh para pengusaha pertambangan yang ada di Barut.

"Bila pilot project ini berhasil, maka akan disosialisasikan kepada pengusaha pertambangan yang ada di Kabupaten Barito Utara. Dan ini bertujuan sebagai kontrol pemerintah terhadap perusahaan tambang, sehingga melakukan reklamasi sesuai AMDAL," ujar Nadalsyah, Senin (8/10/2018).

Disamping untuk meningkatkan hajat hidup dan kesejahteraan masyarakat juga akan meningkatkan produksi jagung di Kabupaten Barut.[doni]


TAG