Kunjungi Kantor DSPMD, Jaksa Serius Tanggapi Kasus Panarukan

Print Friendly and PDF


BUNTOK - Surat pengaduan warga Desa Panarukan Kecamatan Dusun Utara, Kabupaten Barito Selatan (Barsel) yang ditujukan kepada Pemkab Barsel dan aparat penegak hukum, ditanggapi serius Kejaksaan Negeri (Kejari) Barsel.

Itu dibuktikan atas hadirnya Kepala Kejari Barsel beserta jajarannya ke kantor Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa (DSPMD) Barsel.

"Kami mendatangi kantor DSPMD Barsel ini untuk bersilaturahmi dengan kepala dinasnya dan sekaligus mempertanyakan serta mengetahui lebih jauh tentang laporan pertanggungjawaban hasil kerja Pemerintah Desa Penarukan tahun 2017," terang Kepala Kejari Barsel, Douglas Oscar Berlian Riwoe, Selasa (23/10/2018).

Ia memperjelas, menanggapi setiap kasus atau  permasalahan tersebut tentu melalui berbagai proses dan tahapan sesuai prosedur.

"Yang jelas surat pengaduan masyarakat itu kami tanggapi secara serius, dan untuk menindaklanjutinya. Kami juga masih meminta keterangan dari sejumlah pihak terkait termasuk pada DSPMD ini," ucap Kajari singkat.

Semantara itu, Kepala Bidang Administrasi Pemerintahan Desa dan Kelembagaan DSPMD Barsel, Yuhadi mengatakan,
jika Pemerintah Desa Penarukan mengalami permasalahan dari hasil kerjanya, terlebih jika tersandung masalah hukum, besar kemungkinan untuk pencairan Dana Desa (DD) tahap ketiga tahun 2018 ini akan mengalami penundaan.

Ditambahkannya, bahwa proses pencairan DD itu melalui persetujuan pihak pusat, berdasarkan hasil laporan realisasi fisik tahap satu dan tahap dua.

"Dalam laporan itu, semua Pemerintah Desa minimal dapat membuktikan 50 persen pekerjaan fisik yang dilaksanakan dan 70 persen laporan realisasi keuangannya. Tapi jika itu tidak sesuai terlebih tersandung masalah hukum, maka besar kemungkinan DD akan di pending hingga proses itu selesai," urai Yuhadi.

Menguaknya kasus ini, terkait surat pengaduan yang disertakan lampiran tanda tangan 49 orang warga Desa Panarukan yang ditujukan Kepada Bupati Barsel, Kapolres Barsel dan Kepala Kejari Barsel. Tentang ketidakpuasan warga setempat atas laporan kegiatan desa Tahun Anggaran 2017 dan 2018 yang dinilai sangat tidak sesuai dengan pelaksanaannya.

Dalam laporan itu di antaranya tentang pembangunan baru sarana air bersih, peningkatan Jalan Panarukan - Paripis,  membangun baru Pastori GKR Panarukan,  bantuan dana pembangunan Gereja Katolik, penyertaan modal BUMDes Panarukan dan beberapa kegiatan lainnya.[kenedy]


TAG