Kenaikan Harga Dikeluhkan Masyarakat, Disperindag Awasi Pasokan Ayam Potong

Print Friendly and PDF


PALANGKA RAYA - Beberapa hari terakhir ini, harga ayam potong (ayam boiler) mengalami kenaikan. Meski dirasa wajar, namun kenaikkan tersebut cukup dikeluhkan sebagian masyarakat, terutama masyarakat menengah ke bawah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palangka Raya, Ikhwanudin, Rabu (17/10/2018) membenarkan adanya kenaikan harga ayam. Namun kenaikan ini dinilai masih dalam tahap yang wajar.

"Berdasarkan data yang diperoleh tim dari pantauan pasar, sejak tanggal (12/10/2018) harga ayam mengalami kenaikan Rp 10.000 per kilogram, dari semula Rp 40.000 per kilogram menjadi Rp 50.000 per kilogram," ucapnya.

Kenaikan harga ayam tersebut, lanjut dia, dipengaruhi beberapa hal, salah satunya adalah faktor alam. Ini karena kebanyakan pasokan ayam untuk kebutuhan Kota Palangka Raya sebagian besar berasal dari luar daerah.

"Pasokan ayam sebagian besar berasal dari luar kota, sehingga faktor alam menjadi hal yang biasa menjadi penyebab kenaikan harga. Misalkan, cuaca hujan otomatis menjadi kendala pengiriman pasokan," ucapnya.

Namun, kata Ikhwanudin, pihaknya bersama tim akan terus melakukan pengawasan dan sosialisasi terhadap pasokan ayam potong yang ada di dalam kota, terutama untuk tidak menjual keluar kota melainkan untuk memenuhi kebutuhan dalam kota.

"Kita di sini juga memiliki beberapa pemasok lokal, dengan begitu kita akan meminta para pemasok ini untuk tidak menjual ayam keluar daerah melainkan untuk memenuhi kebutuhan dalam kota," tukasnya.[abimanyu]


TAG