Kemeriahan Warnai Jambore PKK di Bataguh

Print Friendly and PDF

KUALA KAPUAS – Kecamatan Bataguh merupakan kecamatan ketiga dilaksanakannya Jambore Kader TP PKK Tingkat Kabupaten Kapuas Tahun 2018. Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat yang didampingi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kapuas Ary Egahni Ben Bahat SH, Selasa (30/10/2018) yang lalu.

Kegiatan yang dilaksanakan di Halaman Kantor Kelurahan Pulau Kupang tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua TP PKK Hj Asmah Nafiah Ibnor, Sekretaris TP PKK Kapuas beserta anggota, Kepala SOPD lingkup Pemkab Kapuas, Camat Bataguh dan Ketua TP PKK Kecamatan beserta jajaran dan Kepala Desa se Kecamatan Bataguh beserta Ketua TP PKK Desa.

Jambore PKK Kecamatan Bataguh diikuti oleh 14 Desa dan Satu Kelurahan. Adapun cabang lomba yang diperlombakan untuk tahun ini yaitu Lomba Defile yang juara pertama dimenangkan oleh Desa Pulau Mambulau, Lomba Pidato juara pertama diraih oleh Ketua TP PKK Kelurahan Pulau Kupang, Lomba Vocal Solo dimenangkan oleh salah satunya Kepala Desa Terusan Raya Barat dan Lomba Yel-yel dimenangkan oleh Desa Pulau Mambulau.

Jambore PKK Kecamatan Bataguh berlangsung dengan meriah, dirangkaikan dengan penyerahan piagam penghargaan Duta Imunisasi kepada Ketua TP PKK Desa, penyerahan bibit sayur, bibit ikan, kultivator dan bibit tanaman sirsak.  Disamping itu, diadakan pula Pameran Situs Kuta Bataguh dan Pameran Hasil Olahan dari Desa se Kecamatan Bataguh.

Bupati Kapuas bangga dengan kegiatan Jambore PKK yang dilaksanakan, dan berharap setiap tahun terlaksana jangan lagi di pusatkan di Kota Kapuas, tetapi dilaksanakan perkecamatan supaya semua terlihat sampai ke desa-desa.

“Mari kita bersatu padu bergandengan tangan untuk membangun Kapuas, membangun inovasi yang luar biasa lagi ke depannya. Saya harapkan Jambore PKK dapat mengikat tali silahturahmi dan yang penting membina hubungan persaudaraan yang erat,” harapnya.

Ben Brahim  dalam sambutannya terkait inovasi atau kerajinan yang ada di desa, dimana ke depan akan membuat peraturan bupati yang bekerja sama dengan toko-toko besar seperti Hypermat dan lain sebagainya untuk mendorong mereka paling tidak menyiapkan 20 persen menjual produk lokal Kabupaten Kapuas atau buat toko khusus di Kabupaten Kapuas yang cukup besar yang didalamnya menjual produk-produk Kapuas yang luar biasa.

Karena sebelumnya, dari laporan Ketua TP PKK Kecamatan bahwa Kecamatan Bataguh telah menghasilkan produk unggulan seperti VCO (Virgin Coconut Oil atau Minyak Kelapa Murni), Tepung Kepala (hasil dari limbah ampas kelapa pembuatan VCO), Tepung Sagu Kering Kemasan Siap Pakai (belum ada brand lokal dipasarkan Kapuas) dan Cookis Sagu (produk olahan tepung sagu)

Sementara itu, ditempat yang sama, Ketua TP PKK Ary Egahni mengatakan tentang inovasi produk unggulan desa bahwa geliat 10 Program Pokok PKK dan bagaimana seluruh kader memahami tugas dan fungsinya dengan baik membuat segala sesuatu yang tadinya bermakna menjadi lebih bermakna dan lebih bernilai.

Ia menganggap penting dan strategis Jambore PKK memang terus secara berkesinambungan dilaksanakan di seluruh Kecamatan di wilayah Kabupaten Kapuas, dimana ketika ini dilakukan tentu saja yang utama membangun silahturahmi dengan mengadalan beberapa kegiatan lomba.

Terkait Campak Rubella, Ary mengimbau bahwa untuk bersama-sama, bahu membahu menghayo-hayo masyarakat bahwa usia 0 sampai 2 tahun imunisasi dasar harus lengkap setelah dua tahun harus diulang sampai 5 tahun, jangan bimbang dan ragu untuk melengkapi imunisasi termasuk imunisasi MR.

“Mari kita melihat kepentingan dan masa depan anak kita. Jangan sepelekan campak rubella, bisa sangat berbahaya karena menyebabkan sakit catat dan kematian. Saya selaku Ketua TP PKK mengajak Ketua TP PKK Desa untuk bekerja sama dan menjadikan ini semua beban kerja kita bersama bagaimana seluruh anak di Kabupaten Kapuas sehat,” terangnya.

Angka stanting di Kabupaten Kapuas juga cukup tinggi, untuk itu lanjut dia, Isteri Nomor Satu di Kapuas itu berharap Gerakan Buang Air Besar Nol tidak hanya dilakukan oleh satu desa tetapi dilakukan oleh seluruh desa yang tujuannya ketika dilakukan terus menerus berdampak anak-anak tidak stunting.

“Gerakan hidup sehat diawali dengan makan buah dan sayur, berolahraga, dan secara bersama-sama mengkampanyekan hidup bersih dan sehat. Saya mengharapkan kerja sama dari seluruh Ketua TP PKK Desa secara otomatis menjadi Bunda PAUD Desa masing-masing, tidak hanya membentuk Pos Layanan Paud tetapi harus lebih ditingkatkan dengan Posyandu dan BKB,” imbaunya.[angga]


TAG