Kabut Asap di Palangka Raya Bikin Udara tak Sehat

Print Friendly and PDF


PALANGKA RAYA - Kabut asap tipis tampak menyelimuti Kota Palangka Raya. Ini terjadi sejak Senin (1/10/2018). Kondisi ini membuat udara mulai tidak sehat untuk dihirup.

Bau menyengat akibat kayu dari lahan gambut yang terbakar, sangat terasa pekat di hidung. Bahkan napas juga sudah mulai terasa sesak ketika keluar rumah. 

Dari pantauan KabarKalteng di lapangan, Selasa (2/10/2018), petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalteng bersama personel Balakar 620 Palangka Raya, bahu-membahu menghentikan asap di Jalan G.Obos XX, dan Jalan Adonis Samad (Jalan Panjoeng).

Parit di sekitar area terlihat kering semua. Pun ada air, namun debitnya sangat dikit, sehingga harus memaksa petugas untuk membuka rerumputan, menggali lumpur, dan mengoyak tumbuhan lumut agar air bisa terkumpul banyak.

"Dari jam 08.00 sampai jam 14.30 (WIB), sudah lima kali kami pindah tempat air, dan ini titik air yang keenam yang bisa digunakan. Air yang disiramkan berwarna coklat karena bercampur dengan lumpur," terang Kai, anggota Balakar 620.[abimanyu]


TAG