Jaga Ketahanan Pangan, Kapuas Komitmen sebagai Lumbung Padi

Print Friendly and PDF


TANAM PADI - Bupati Kapuas Ir Ben Brahim S Bahat MM MT bersama Ketua DPRD Kabupaten Kapuas Algrin Gasan, Forkopimda dan sejumlah Kepala Perangkat Daerah, Tokoh Agama dan Masyarakat lakukan tanam Padi Unggul beberapa waktu lalu di Sei Pitung Kecamatan Kapuas Barat.

KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten Kapuas bertekad mempertahankan diri sebagai lumbung padi di Kalimantan Tengah dengan melakukan berbagai kegiatan usaha tani.

Bahkan, dalam setiap kesempatan Bupati Kapuas Ir Ben Brahim S Bahat MM MT selalu mengajak para petani untuk manfaatkan lahan pertanian secara maksimal serta mengalihkan fungsi lahan pertaniannya.

“Saya harapkan kepada penyuluh pertanian, mantri tani dan petugas pengairan agar menjalankan tugasnya membantu para petani menggarap lahannya sehingga dapat menghasilkan padi sebagai sumber pangan pokok bangsa kita,” pinta Ben.

Terkait Hari Pangan Sedunia yang diperingati setiap 16 Oktober, suami Ary Egahni Ben Bahat ini mengingatkan kembali tentang  pentingnya meningkatkan kesadaran, perhatian, dan tindakan masyarakat terhadap pentingnya penanganan masalah pangan seperti kelaparan dan kebutuhan untuk menjamin keamanan pangan dan makanan bergizi.

Terpisah, Kadis Pertanian Kabupaten Kapuas Ir Anjono Bhakti MM melalui Kabid Tanaman Pangan, Jarwadi menyatakan bahwa salahsatu kegiatan yang telah dimulai pertengahan tahun 2018 ini ialah mengembangkan padi dengan pola sub optimal di lahan seluas 1.250 hektare. Pola sub optimal ini mengganti program pengembangan pola Hazton, ungkap Jarwadi, Senin (15/10/2018) siang.

“Tahun ini Distan Kapuas melakukan pengembangan padi pola sub optimal. Jika tahun 2017 lalu namanya Hazton, namun tahun ini berubah nama yang lebih spesifik lokasinya khusus untuk daerah Kalimantan dengan memanfaatkan lahan pasang surut,” ujarnya.

Adapun pelaksanaan pengembangan padi pola baru ini difasilitasi dengan bantuan benih, pupuk organik cair, pembenah tanah. dan peptisida dengan dana yang bersumber dari anggaran tugas pembantuan APBN 2018 utuk musim tanam Asep (April-September).

“Masih dalam 2018 ini dikembangkan pula padi gogo seluas 200 hektare serta jagung hibrida seluas 220 hektare dilahan yang belum produktif dan terintegrasi dengan perkebunan,” pungkas Jarwadi.[angga]


TAG