IAIN Palangka Raya Berguru ke Universitas Airlangga

Print Friendly and PDF


PALANGKA RAYA - Di era zaman now, seorang tenaga pengajar, baik guru apalagi dosen diwajibkan membuat buku sesuai dengan mata pelajaran yang dia punya.

Sudah tak dibenarkan lagi, seorang pengajar dalam menyampaikan pelajaran hanya membaca buku karya orang lain.
Regulasi ini dikeluarkan, karena saat ini tenaga pengajar sudah diberikan uang tambahan yang disebut sertifikasi, di mana besarnya sama dengan gaji pokok.

Kelemahan sekarang, di Kalimantan Tengah (Kalteng) belum ada perusahaan yang bergerak dalam bidang penerbitan.

Mengatasi masalah ini maka rektor IAIN Palangka Raya menugaskan LP2M untuk belajar ke penerbit dan percetakan Airlangga University Press di Surabaya yang merupakan penerbit terbesar di Indonesia karena setiap tahun rata-rata menerbitkan 100 buah buku.

Kehadiran utusan IAIN Palangka Raya, yaitu Abdul Khair SH MH, Hj Puspita, Hj Yuliani Khalfiah dan Tesis Al Hidayat disambut hangat pimpinan unit penerbitan dan percetakan Airlangga University Press (AUP), Prof Dr Ariwibowo MS dan Dr Ponari MSos, Kamis (10/10/2018).

Tim IAIN diajak keliling untuk melihat, mulai dari proses penerbitan sampai dengan proses percetakan dan bahkan sistem pemasaran.

"Yang membanggakan adalah penerbit IAIN Palangka Raya langsung didaftarkan menjadi anggota Asosiasi Penerbit dan Percetakan Indonesia," ungkap Abdul Khair.

Abdul Khair menambahkan, target tahun 2019, IAIN Palangka Raya akan menerbitkan minimal 10 buku. Prof Ariwibowo dan Airlangga University Press siap menerima IAIN Palangka Raya untuk magang selama 1 hingga 4 bulan.

"Semoga terlaksana," pungkasnya.[kenedy]


TAG