Hari Kedua, Ratusan Warga Aksi Damai Minta Berdialog dengan Dewan

Print Friendly and PDF


PALANGKA RAYA - Aksi damai hari kedua menuntut untuk berdialog dengan DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, oleh Masyarakat Tani Dayak Misik di depan gedung Dewan, di Jalan S Parman depan tugu Soekarno, Selasa (9/10/2018).

Bentuk kekecewaan masyarakat karena aksi damai sebelumnya, Senin (8/10/2018), urung bertemu dan berdialog dengan Gubernur Kalimantan Tengah, H Sugianto Sabran, dihadiri oleh tokoh tokoh Dayak diantaranya Sabran Ahmad, Drs Dagut H Junas SH MT, didampingi koodinator dari beberapa daerah se-Kalteng.

Selama dua jam demonstran menunggu untuk bisa masuk bedialog, yakni mulai pukul 08.00 WIB hingga sekitar pukul 10.00 Wib baru bisa terealisasi.

Di dalam orasinya di depan gedung DPRD Kalteng, Dagut menyesalkan, sebab niatan baik massa yang mencapai ratusan orang tersebut, tidak diindahkan oleh orang nomor satu di Bumi Tambun Bungai.

"Kami menyesalkan, mengapa Gubernur tidak bersedia menemui kami, padahal aksi ini sudah jelas terjadwal, tidak mungkin beliau tidak tahu akan aksi ini,” ucapnya dalam orasi sebelum memasuki gedung Dewan.

Sekitar pukul 11.15 WIB, akhirnya Pihak DPRD memperbolehkan masing masing dua perwakilan dari tiap daerah masuk untuk berdialog, Katingan, Kotim, Pupis, Kapuas, Kobar.

Sebelumnya, Senin (8/10/2018), massa yang tergabung dan menamakan diri sebagai Masyarakat Tani Dayak Misik, melakukan aksi damai di Bundaran Besar Kota Palangka Raya.

Aksi damai tersebut, dilakukan oleh massa untuk menyampaikan tiga buah tuntutan kepada Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran, yakni pertama mengembalikan ASN putera daerah (Dayak Asli) sebanyak 300 orang, yang mereka nilai diberhentikan secara sepihak oleh orang nomor satu di Kalteng tersebut.

Tuntutan kedua, adalah mengenai tuntutan pengembalian tenaga kerja honorer sebanyak 206 orang yang diberhentikan oleh Pemprov Kalteng, dan yang terakhir adalah pengembalian hak masyarakat atas tanah yang dituding mereka dengan sengaja diambil alih oleh Perusahaan Besar Swasta (PBS).

Sesuai jadwal yang beredar melalui undangan terbuka, baik via akun media sosial FB maupun Aplikasi pesan Whatsapp itu, direncanakan akam berlangsung selama lima hari, Senin (8/10/2018) sampai Jumat (12/10/2018), yang diselenggarakan di lima tempat berbeda di Kota Palangka Raya.[abimanyu/tampetu]


TAG