Empat Terdakwa Akui Ada Konspirasi Panitia, Benarkah...?

Print Friendly and PDF


BUNTOK - Fakta menarik terungkap dalam lanjutan sidang penipuan terhadap H Supiatma, Kamis (25/10/2018), keempat terdakwa mengakui menanda tangani formulir dukungan yang sudah bertuliskan nama Idariani oleh pihak panitia.

Pengakuan itu, disampaikan oleh keempat terdakwa, Pandi Udaya, Badarudin, Ahmad Normansyah dan Astianto, dalam persidangan lanjutan, dengan agenda mendengarkan keterangan dari para terdakwa, di hadapan Majelis Hakim, Ade Dharmawan SH MH, sebagai Hakim Ketua, Agustinus SH dan John Ricardo SH sebagai Hakim Anggota, di ruang persidangan I, Pengadilan Negeri Buntok, Kamis (25/10/2018).

Dalam pernyataannya, Badarudin mengakui dalam Muscab DPD Demokrat yang dilaksanakan di Sampit, Kotawaringin Timur, Sabtu (24/3/2018), dia disodorkan oleh panitia pelaksana pemilihan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Barito Selatan periode 2018-2023, sebuah formulir pernyataan dukungan yang sudah bertuliskan nama Idariani.

"Saya waktu itu (muscab, red), dikasih oleh panitia formulir dukungan yang sudah bertuliskan nama Idariani, jadi saya tinggal menandatangani saja," bebernya.

Pernyataan Badarudin ini, kemudian dibenarkan oleh tiga terdakwa lainnya.

"Iya sama, saya juga disodorkan formulir pernyataan dukungan sudah ada nama Idariani ditulis disitu," terang Pandi Udaya, membenarkan ucapan Badarudin.

"Sama pak Hakim, saya juga," ucap Ahmad Normansyah.

"Saya juga sama, waktu itu disodorkan formulir oleh panitia, yang isinya sudah dibuatkan oleh mereka," tutur Astianto.

Menanggapi pernyataan ketiganya, Hakim Ketua, Ade Dharmawan SH MH, kemudian mempertanyakan kepada keempat terdakwa, perihal kenapa para terdakwa tidak memprotes ketika tahu bahwa formulir yang ditandatangani mereka sudah bertuliskan nama Idariani, sedangkan keempatnya sudah bersepakat dengan H Supiatma untuk memilih yang bersangkutan.

"Kenapa tidak protes waktu tahu itu (formulir, red) bertuliskan nama Idariani, padahal kalian sudah menyepakati memilih H Supiatma, dan bahkan sudah menerima uang yang bersangkutan?" tanya Ade.

Menjawab hal tersebut, ketiga terdakwa, yakni Badarudin, Pandi Udaya dan Ahmad Normansyah, mengakui mereka tergiur dengan janji yang disampaikan oleh Idariani, saat bertemu di Hotel Armani, Kota Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Rabu (17/1/2018), yang menyatakan akan menggantikan uang yang telah diterima oleh pihaknya atas kesepakatan dengan H Supiatma.

"Saya sudah sepakat dengan Idariani, waktu pertemuan di Muara Teweh, dia menjanjikan akan menggantikan uang yang sudah kami terima dari H Supiatma," terangnya.

Pernyataan Badarudin ini, kemudian diperkuat oleh keterangan Pandi Udaya, menurutnya bahkan bukan hanya janji menggantikan uang yang diterima oleh pihaknya dari H Supiatma saja, namun Idariani juga menjanjikan sejumlah uang lebih banyak dari apa yang sudah mereka terima dari H Supiatma, apabila bersedia memilih dirinya dalam pemilihan Ketua DPC Partai Demokrat.

"Iya pak, benar apa yang Badarudin katakan, bahkan kami dijanjikan lebih oleh Idariani," ungkap Pandi Udaya, yang kemudian diamini oleh Ahmad Normansyah.

Sementara itu, Astianto, yang pada sidang sebelumnya, Selasa (23/10/2018), tidak mengakui adanya pertemuan dengan Idariani, di sidang kali ini ia bukan hanya mengakui ada pertemuan yang dilakukan oleh mereka dengan Idariani di Muara Teweh, bahkan juga ada pertemuan dengan bersangkutan di Sampit, pada Selasa (20/3/2018), juga membahas hal yang sama, yakni kesepakatan dukungan dalam pemilihan Ketua DPC Demokrat.

"Iya pak, bukan Hanya di Muara Teweh, tapi juga di Sampit, kami berempat dipanggil oleh Idariani ke kamar yang bersangkutan, untuk membahas masalah dukungan untuk dia dalam pemilihan Ketua DPC Demokrat," tukasnya.

Akibat hal tersebutlah, H Supiatma tidak mendapatkan dukungan sesuai persayaratan pencalonan Ketua DPC, yakni 30 persen suara, sehingga Idariani akhirnya terpilih sebagai Ketua DPC Demokrat secara aklamasi.

Persidangan kasus penipuan terhadap H Supiatma ini, dijadwalkan akan dilanjutkan pada Selasa (31/10/2018) mendatang, dengan agenda menghadirkan saksi meringankan para terdakwa.[tampetu]


TAG