Dor...!! Polres Lamandau Gagalkan Peredaran Sabu Ratusan Juta Rupiah

Print Friendly and PDF


PALANGKA RAYA - Prestasi gemilang ditorehkan jajaran Kepolisian Resort (Polres) Lamandau, yang berhasil menggagalkan peredaran Narkoba jenis Sabu seberat 7,169 Kg di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan,  pelaku PR (27) yang merupakan sindikat asal Kalimantan Barat tersebut, terpaksa dilumpuhkan petugas karena berusaha kabur, Rabu (3/10/2018).

Sabu bernilai ratusan juta rupiah tersebut, hampir saja beredar di Kalteng dan Kalsel, namun berkat kesigapan Polres Lamandau, yang berhasil menggagalkan peredaran barang haram asal Kalimantan Barat tersebut.

Narkoba itu diamankan dari tangan pelaku Bernama PR, yang belakangan diketahui memang berprofesi sebagai kurir sabu lintas provinsi.

Melalui keterangan yang disampaikan Kapolres Lamandau, AKBP Andika K Wiratama, melalui Pers rilis di Mako Polda Kalteng, Selasa (9/10/2018), menceritakan, penangkapan pelaku dilakukan oleh unit Opsnal Satresnarkoba pada saat melakukan razia stasioner dan hunting sistem di wilayah hukum Lamandau.

"Razia sendiri, sengaja kami lakukan oleh pihak Polres Lamandau, karena adanya informasi dari masyarakat bahwa akan ada kurir sabu antar Provinsi yang akan melewati Lamandau menuju Kalsel, dan membawa sabu dalam jumlah banyak," beber Andika.

Benar saja, sekitar pukul 14.30 WIB, saat dilakukan penggeledahan terhadap tersangka, di wilayah Desa Rimba Jaya, Kecamatan Sematu Jaya, Kabupaten Lamandau, dari dalam ransel tersangka yang dikenal "licin" ini, ditemukan enam paket butiran kristal yang diduga sabu, seberat 7,169 Kg.

“Pelaku, adalah pengembangan lama yang terus diikuti unit Opsnal Narkoba. Kurir ini selalu lolos karena cukup berpengalaman dalam menjalankan aksinya," ungkap Kapolres.

Berdasarkan pengakuan pelaku, barang haram tersebut dibawa dari Kalbar dengan tujuan ke Banjarmasin. Saat ini, pihak Kepolisian masih mendalami terus terkait asal dan tujuannya barang tersebut.

Selain pelaku, aparat Kepolisian juga mengamankan satu orang supir mobil travel yang ditumpangi oleh pelaku saat melakukan aksinya.

"Keduanya kami tahan untuk dimintai keterangan lebih lanjut," tutup Andika.[abimanyu]


TAG