Disebut Janjikan Uang untuk Raup Suara, Ini Jawaban Ketua DPC Partai Ini..!

Print Friendly and PDF


BUNTOK - Nama Idariani disebut oleh tiga dari empat terdakwa, sebagai orang yang menjanjikan penggantian sejumlah uang, kepada H Supiatma, untuk mendapatkan suara dalam pemilihan Ketua DPC Partai Demokrat Barito Selatan periode 2018-2023, benarkah?

Nama Ketua Partai Demokrat DPC Barsel ini, disebutkan oleh tiga orang terdakwa, yakni Pandi Udaya, Badarudin dan Ahmad Normansyah, sebagai orang yang menjanjikan penggantian sejumlah uang yang diserahkan kepada mereka oleh H Supiatma.

Uang tersebut, dikatakan oleh Pandi Udaya, merupakan deal antara mereka (keempat terdakwa) dengan Idariani, untuk memberikan suara mereka kepada yang bersangkutan dalam pemilihan Ketua DPC Demokrat Barsel periode 2018-2023, yang dilaksanakan dalam Muscab DPD Demokrat Provinsi Kalimantan Tengah, di Sampit, Kotawaringin Timur, 22 hingga 24 Maret 2018.

"Kami dipanggil oleh saksi (Idariani, red) untuk bertemu dia di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, sebelum pelaksanaan Muscab. Disitulah, dia meminta kami untuk mendukung dia dalam pemilihan Ketua DPC Demokrat Barsel, dan dia menjanjikan akan mengganti uang yang kami terima dari H Supiatma," tuding Pandi Udaya, dalam lanjutan persidangan kasus penipuan terhadap H Supitma, Selasa (23/10/2018), di Pengadilan Negeri Buntok.

Pernyataan Pandi Udaya ini, kemudian dikuatkan oleh pengakuan Badarudin, yang mengatakan bahwa dirinya memilih Idariani sebagai Ketua DPC Demokrat Barsel karena janji tersebut.

"Sama, saya juga begitu, benar apa yang dikatakan oleh saudara Pandi Udaya," ujarnya.

Senada, Ahmad Normansyah juga turut membenarkan pernyataan kedua terdakwa sebelumnya.

"Sama saja pak, dia (Idariani, red) yang memanggil kami duluan, dan menjanjikan sejumlah uang itu," tuturnya.

Pernyataan ketiga terdakwa ini, mematahkan keterangan yang disampaikan oleh Idariani, di depan Majelis Hakim, dalam statusnya sebagai saksi dalam persidangan ketiga kasus penipuan pemilihan Ketua DPC Partai Demokrat Barsel.

Dalam keterangannya, Ketua Komisi III DPRD tersebut menyatakan bahwa tidak pernah ada pertemuan khusus antara dirinya dengan keempat terdakwa yang membahas masalah dukungan kepadanya, untuk menjadi Ketua Partai Demokrat DPC Barsel.

"Saya tidak pernah bertemu secara khusus dengan mereka (terdakwa, red), untuk membahas masalah dukungan kepada saya dalam pemilihan ketua Demokrat, apalagi menjajikan sejumlah uang kepada mereka, saya tidak tahu," kilahnya di hadapan Majelis Hakim, yang dipimpin oleh Ade Dharmawan SH MH, sebagai Hakim Ketua dan Agustinus SH dan John Ricardo SH, sebagai Hakim Anggota.

Lebih lanjut, Idariani menegaskan, bahwa dalam hal terpilihnya dirinya sebagai Ketua DPC Demokrat Barsel tersebut, adalah ia ditunjuk secara aklamasi alias tidak ada calon lain selain dirinya.

Dirinya meyakini, bahwa H Supiatma bukanlah bagian dari calon Ketua DPC Partai Demokrat dalam pemilihan tersebut, karena yang bersangkutan tidak memenuhi syarat untuk dicalonkan sebagai calon Ketua.

"Saya dipilih secara aklamasi, kalaupun ada suara lain yang memilih korban (Supiatma, red), itu saya tidak tahu mungkin karena bahasa koran saja, karena waktu pemilihan saya adalah calon tunggal," tegasnya.

Hal tersebut, dikemukakan oleh Idariani, untuk menjawab pertanyaan dari Kuasa Hukum terdakwa Astianto, Anthony Dules Manalu SH, yang mempertanyakan terkait keterangan yang bersangkutan, tentang terpilihnya dirinya adalah berdasarkan hasil aklamasi, sedangkan dalam kenyataannya, H Supiatma ternyata mendapatkan satu suara, yakni suara dari Nur Adijah.

Sementara itu, dalam pelaksanaan sidang yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut, mengagendakan keterangan saksi-saksi, dengan menghadirkan H Burhanie, Idariani dan Basirun tersebut, salah satu terdakwa, yakni Astianto, mengakui bahwa dirinya tidak pernah melakukan pertemuan dengan Idariani terkait pembahasan mengenai pemilihan Ketua DPC Demokrat.

"Saya tidak pernah merasa, ada pertemuan dengan saksi (Idariani, red) terkait pembahasan masalah pemilihan Ketua DPC Demokrat," terangnya.[tampetu]


TAG