Diperiksa Hampir Delapan Jam, Empat Pejabat Ini Enggan Berkomentar

Print Friendly and PDF


BUNTOK - Usai diperiksa hampir delapan jam oleh petugas Kejaksaan Negeri (Kejari) Barito Selatan, Kota Buntok, Senin (22/10/2018), empat pejabat yang dipanggil terkait adanya dugaan suap di dalam proyek multiyears, enggan memberikan komentar.

Dari pantauan KabarKalteng, satu per satu dari keempat pejabat di lingkup Pemkab Barsel, yakni JW, EK, RH dan HF, tampak meninggalkan Kantor Kejari Buntok, Senin (22/10/2018).

Sekitar pukul 18.32 WIB keluar pertama adalah Sekretaris Dewan Barsel JW, yang tampak dengan langkah bergegas segera meninggalkan kantor Kejari, yang beralamatkan di Jalan Panglima Batur, Kota Buntok itu.

Disusul kemudian, sekitar pukul 19.10 WIB oleh Sekretaris Daerah Barsel EK, yang juga dengan langkah cepat pergi keluar kantor Korps Adhiyaksa tersebut dan tanpa bersuara segera memasuki mobilnya dan meninggalkan area parkir.

Sementara itu, mantan Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Barsel, yang kini menjabat sebagai Kepala Bappeda Barsel RH, yang keluar sekitar pukul 19.48 WIB dari ruang pemeriksaan Kejari Barsel, terlihat dengan raut wajah lesu segera meninggalkan kantor dan menuju mobil dinasnya yang berada di parkiran.

Ketika ditanya oleh awak media, perihal maksud kedatangan mereka ke kantor Kejari setempat, ia enggan memberikan komentar tentang hal tersebut.

"Saya lagi pusing, jangan dibikin tambah pusing. Mohon maaf saya tidak bisa memberikan penjelasan," ucapnya dengan nada sedikit ketus, sembari masuk ke dalam mobilnya.

Tak berselang lama, atau tepatnya sekitar pukul 20.05 WIB, giliran mantan Kabid Bina Marga DPUPR yang kini menjabat sebagai Sekretaris DPUPR Barsel HF yang keluar terakhir dari ruangan pemeriksaan. HF hanya membenarkan, pemanggilan mereka berempat terkait masalah adanya dugaan kasus suap, dalam paket proyek multiyears peningkatan jalan dan jembatan di ruas Bangkuang-MTU, yang menelan dana sebesar Rp54 miliar tersebut.

"Ya, mereka (petugas Kejaksaan, red) meminta keterangan terkait kwitansi itu," jawabnya singkat, dan kemudian segera berlalu dan enggan memberikan keterangan lanjutan.

Keempatnya, mulai diperiksa sekitar pukul 11.10 WIB oleh pihak Kejari, namun dijeda sekitar pukul 12.00 WIB karena waktu istirahat. Kemudian mulai dilakukan lagi pemeriksaan pada sekitar pukul 14.00 WIB.

Yang datang pada waktu bersamaan sekitar pukul 14.00 WIB ini, adalah JW, RH dan HF, sedangkan EK baru hadir di Kejari untuk memenuhi pemeriksaan sesi kedua, adalah sekitar pukul 18.15 WIB.

Sebelumnya, sesaat setelah pemeriksaan sesi pertama, yakni sekitar pukul 12.00 WIB, EK, yang saat itu keluar bersamaan dengan RH, juga sempat dicecar pertanyaan oleh awak media, namun juga yang bersangkutan enggan memberikan komentar terkait hal tersebut.

"Nanti ya, kami istirahat dulu, nanti balik lagi ke sini," tukasnya seraya berlalu untuk segera beristirahat.

Pemeriksaan terhadap keempatnya untuk mencari keterangan terkait adanya dugaan suap yang melibatkan beberapa pejabat tinggi di Barsel, dalam pelaksanaan PBJ tujuh paket multiyears di Barsel.

Sebab, ada satu paket yang mencuat ke permukaan, yakni paket proyek peningkatan jalan dan jembatan ruas Bankuang-MTU, dengan pembiayaan sebesar Rp54 miliar, yang dananya bersumber dari APBD Barsel.[tampetu]


TAG