Dewan: Kota Cantik Harus Tambah Bank Sampah

Print Friendly and PDF


PALANGKA RAYA - Masih kurangnya sarana dan prasarana serta kesadaran masyarakat Kota Cantik dalam hal pengelolaan sampah, menuai sorotan dari Komisi B DPRD setempat.

Ketua Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Nenie A Lambung, mengatakan, keberadaan bank sampah di Kota Palangka Raya hingga kini masih belum maksimal dimanfaatkan oleh masyarakat. Hal ini, kata dia lebih dikarenakan jumlah bank sampah yang ada masih belum tersebar secara merata.

“Bank sampah di Palangka Raya terbilang masih sedikit, padahal  keberadaan bank sampah dapat  menjadi wadah untuk mereduksi sampah organik maupun non organik,” ungkapnya kepada awak media, Senin (8/10/2018).

Diungkapkan Nenie, berdasarkan hasil studi banding terkait bank sampah di Jakarta, disana keberadaan bank sampah pada setiap kelurahan ataupun kecamatan mampu dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Terutama untuk memilah sampah yang bernilai ekonomis ataupun dapat didaur ulang, baik sebagai pupuk atau produk kerajinan dan lain-lain.

“Dilihat dari sisi positifnya, apabila keberadaan bank sampah dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat, maka setidaknya besaran ton sampah yang diantar ke tempat pembuangan akhir sampah (TPA) dapat dikurangi,” ucapnya lagi.

Lanjut Nenie, keberadaan bank sampah di Kota Palangka Raya sejatinya  sangat dibutuhkan, karenanya perlu dilakukan pemerataan dalam hal ketersediaan bank sampah. Paling tidak pada setiap kelurahan, harus ada memiliki bank sampah, baik yang dibangun oleh pemerintah daerah ataupun dibangun oleh pihak swasta

Pun demikian, seiring perlunya keberadaan bank sampah, maka disisi lain kesadaran masyarakat juga perlu dituntut, terutama dalam hal pemanfaatan keberadaan bank sampah sebagai tempat pemilihan sampah untuk sumber penghasilan.

“Ya, kalau untuk peran dan kesadaran warga dalam menangani pemilahan sampah di Palangka Raya masih sangat kurang. Terutama dalam memilah mana sampah yang bernilai ekonomis atau bisa didaur ulang," jelasnya.

"Dengan begitu, masyarakat bisa mendapatkan keuntungan, semisalkan saja dalam satu keluarga mampu memilah sampah dengan baik, terutama untuk dimanfaatkan dalam berbagai inovasi kreatif yang bisa dipasarkan, maka setidaknya dapat menjadi penghasilan yang tanpa diduga-duga," pungkasnya.[abimanyu]


TAG