Depresi..?, Napi Rutan Palangka Raya Nekat Bunuh Diri

Print Friendly and PDF

PALANGKA RAYA – Seorang napi Arifin alias Ateng (30), ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri menggunakan kain di dalam WC, di sel tahanan, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIA Palangka Raya, Selasa (16/10/2018) pagi, sekitar pukul 07:00WIB.
Fakta ini seperti yang diungkapkan oleh Kapolres Palangka Raya, AKBP Timbul RK Siregar SIK MSi, melalui Kasat Reskrim, AKP Herman Subarkah, kepada awak media, Selasa (16/10/2018).
Dijelaskan Herman, pihaknya menduga kuat bahwa warga Jalan Nangka, Desa Agung Mulya 2D, Kecamatan Telaga Antang, Kabupaten Kotawaringin Timur itu, nekad mengakhiri hidupnya lantaran depresi usai mendapatkan vonis 2 tahun penjara. Terlebih selama mendekam dalam sel tahanan rutan setempat tidak pernah dibesuk anggota keluarganya.
Hal ini, sebut dia lagi, diperkuat dari hasil penyelidikan, di tubuh korban tidak ditemukkan tanda bekas kekerasan.
“Kita sudah melakukan olah TKP, dan kita duga ini murni memang bunuh diri, dengan cara gantung diri di ventilasi menggunakan kain dan berpangku pada kaleng cat. Karena di tubuh korban tidak ditemukan tanda bekas kekerasan," bebernya.
Lebih lanjut, Herman menceritakan, jasad korban ini ditemukan tewas gantung diri sekitar pukul 05.00 WIB, saat semua penghuni Rutan selesai melaksanakan salat subuh dan olahraga pagi.
Saat itu, korban diketahui tidak kunjung keluar dari WC yang berada didalam Sel. Berdasarkan keterangan dari salah satu saksi yang kebetulan hendak menggunakan wc, ia mencoba memanggil korban namun tidak ada jawaban, dan setelah dibuka kain penutup yang digunakan untuk menutup wc tersebut, saksi kaget melihat tubuh korban sudah tergantung dengan leher terikat kain di atas ventilasi udara.
"Seusai mengetahui kejadian ini, saksi kemudian melaporkan ke petugas sipir dan dilanjutkan menghubungi SPKT Polres," ceritanya.[abimanyu]

TAG