Capai Target PAD, Alat Berat Milik DPUPR Barsel Butuh Perbaikan

Print Friendly and PDF

BUNTOK - Miris, dari sekian banyak alat berat yang dimiliki oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Barito Selatan, hanya ada tiga unit yang bisa digunakan, itupun masih dalam kondisi membutuhkan perbaikan.

Selasa (30/10/2018), saat KabarKalteng menyambangi kantor UTD Workshop milik DPUPR Barsel, di desa Sanggu, Kecamatan Dusun Selatan, Barsel. Tampak puluhan alat berat, terparkir tidak beraturan di lapangan di depan bangunan kantor.

Puluhan alat berat dengan berbagai jenis tersebut, tampak tua dan berkarat, bahkan ada diantaranya yang sudah tidak lagi berbentuk sebagaimana layaknya, karena ada bagian-bagian sparepartnya yang dicopot sebab tidak layak pakai.

Ditemui di kantornya, Kepala DPUPR, Agus In'yulius, melalui Kepala UTD Workshop DPUPR Barsel, Sardin, membeberkan, bahwa hanya tiga unit alat berat saja yang dimiliki pihaknya saat ini, yang masih berfungsi. Namun, itupun hanya dua diantaranya yang bisa disewakan, yakni Grader dan Longbet saja, sedangkan satu lainnya, yakni Vibro tidak berani mereka gunakan, sebab kondisi pelangi bannya yang sudah keropos dimakan usia.

"Cuma dua alat yang bisa dipakai saat ini, yaitu longbet dengan grader saja, itupun yang grader baru saja berfungsi setelah perbaikan sekitar dua minggu lalu. Sedangkan untuk vibro, meskipun menyala, tapi kami tidak berani menggunakannya, sebab pelangnya sudah keropos," bebernya.

Dijelaskan oleh Sardin lagi, hal tersebut, kemudian mempengaruhi terhadap penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari penyewaan alat berat milik DPUPR.

Karena hingga penghujung bulan Oktober 2018 ini, PAD dari penyewaan alat berat milik DPUPR, hanya berada di kisaran Rp30 juta, atau jauh turun dari tahun sebelumnya, yakni tahun 2017, yang PAD bersumber dari penyewaan alat berat, mampu mencapai angka Rp150 juta/tahun.

"Sampai saat ini, pemasukan kami dari penyewaan alat, masih berada di kisaran Rp30 juta saja, kalau tahun kemarin (2018, red), kami mampu mencapai angka pendapatan Rp150 juta," tukasnya.

Sebab itulah, dilanjutkan Sardin lagi, pihaknya pesimis bisa mencapai target pendapatan dari penyewaan alat berat, apalagi disaat membutuhkan dana untuk perbaikan seperti sekarang ini, Barsel malah tidak melakukan APBD Perubahan.

"Kami tidak yakin bisa mencapai target pendapatan tahun ini, apalagi dengan tidak adanya APBD P 2018, menyebabkan dana perbaikan alat berat kami tidak ada," sebutnya pesimis.[tampetu]


TAG