Bupati Kaget Kontingen Porprov Minus Sepakbola, Kemana PSSI Barsel..?

Print Friendly and PDF


BUNTOK - Tanpa diperkuat tim sepakbola, kontingen Kabupaten Barito Selatan yang mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XI di Muara Teweh, Barito Utara, menimbulkan banyak pertanyaan dari kalangan masyarakat.

Tidak diikutsertakannya cabang olahraga sepakbola dalam kontingen Barsel di pesta olahraga terakbar di Kalteng ini menimbulkan banyak pertanyaan dari berbagai kalangan masyarakat daerah berjuluk Dahani Dahanai Tuntung Tulus.

Bahkan di salah satu grup aplikasi Whatsapp, hal tersebut menjadi pembahasan utama dari para anggotanya.

Berawal dari Oe Gandrung, yang menceritakan perihal Bupati Barsel, H Eddy Raya Samsuri ST, kaget ketika ditanya oleh sejumlah pihak kenapa Kabupatennya tidak mengirimkan tim sepakbola mereka.

"Sore ini Bupati nonton sepakbola Seruyan vs MurungRaya, tarkejut Bupati ditanya, kenapa pak Bupati Barsel tidak ada ngirim tim sepakbola nya? langsung tidak bisa menjawab Pak Bupatinya. Jika kita-kita Pak Eer lah diserahkan mengurus tim sepakbolanya ikut Porprov, tidak kurang kita bergerak mancari solusinya ya kalo? Kecil perkara berangkat tu, berapa ada tewe (Muara Teweh) tu dekat saja, jauh-jauh hari sudah kita cari tempat penampungannya dan kita sewa sampai selesai satu buah mini bus ok selesai," sebut Oe membuka pembahasan, dengan menggunakan bahasa Banjar.

Bak gayung bersambut, bahasan tentang hal tersebutpun ditanggapi oleh sebagian besar anggota grup, yang merasa prihatin dengan tidak dikirmnya tim sepakbola di kontingen Barsel.

Salah satunya, Erfianor, yang mengatakan bahwa tidak dikirimnya sepakbola Barsel di Porprov Ke-XI merupakan kesalahan dari pengelolaan keuangan yang dilakukan oleh para pengurus organisasi terkait.

"Mana bisa ngirim persepakbolanya untuk ikut, uangnya belum bisa disisihkan utk ....... coba kasih kerjaan sama saya, aku bisa bantu biaya ngirim kontingen sepakbola barsel. Makanya jagan pengusaha luar yang tidak punya tanggung jawab moral daerahnya!" timpalnya.

Bahkan suara minorpun turut datang dari salah satu pengurus PSSI Barsel, Sundari, yang mengaku bahwa para petinggi organisasi yang menaungi olahraga terpopuler tersebut, kerap kali tidak berkoordinasi dengan anggotanya dalam berbagai hal.

"Aku juga salah satu pengurus PSSI Barsel tapi cuma namanya saja termuat di SK, nggak pernah di bawa kalau ada rapat," ungkapnya.

Sementara itu, Herwi, menyayangkan bahwa kondisi dimana tim sepakbola dan tim Marching Band, tidak diikut sertakan dalam kontingen Porprov, menurutnya tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang selalu menyertakan semua atlit dari segala cabang olahraga yang dipertandingkan di Porprov.

"Tidak kaya dahulu Pak lah, adaea trus umpt tiap cabang olahraga!" sayangkannya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua PSSI Barsel, Idariani, ketika dihubungi KabarKalteng via pesan aplikasi Whatsapp, Jumat (19/10/2018), enggan memberikan keterangan.

Ia hanya menjawab, bahwa siapapun yang berkomentar menyangkut tidak diberangkatkanya tim sepakbola dalam kontingen Porprov Barsel, itu karena ketidak tahuan mereka.

"Biarkan mereka puas berkomentar, nanti setelah mereka selesai (berkomentar) baru kita jelaskan, mereka tidak tahu masalahnya," jawabnya singkat.

Seperti diketahui, Bupati Barsel, H Eddy Raya Samsuri ST, Senin (15/10/2018), melepaskan kontingen Porprov yang mengikuti 18 cabang olahraga (Cabor).

Di antaranya tenis lapangan, tenis meja, sepak takraw, atletik, dayung, pencak silat, bilyard, balap motor, panjat tebing, catur, karate, panahan, bulu tangkis, tinju, sepatu roda, basket, futsal dan volley ball.[tampetu]


TAG