Bupati Ben Buka Jambore PKK Perdana di Kapuas Hilir

Print Friendly and PDF


KUALA KAPUAS – Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat MM MT didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kapuas Ary Egahni Ben Bahat SH membuka Jambore Kader PKK Tingkat Kabupaten Kapuas yang dilaksanakan di Kecamatan Kapuas Hilir, Senin (29/10/2018) pagi.

Kecamatan Kapuas Hilir merupakan kecamatan yang pertama dilaksanakannya Jambore PKK Tingkat Kabupaten Kapuas Tahun 2018. Kegiatan itu dihadiri oleh Wakil Bupati Kapuas Drs H M Nafiah Ibnor MM didampingi Wakil Ketua TP PKK Hj Asmah Nafiah Ibnor, Kepala SOPD lingkup Pemkab Kapuas, Camat Kapuas Hilir beserta Unsur Tripika Kecamatan, Sekretaris TP PKK beserta anggota, Ketua TP PKK Kecamatan beserta anggota, Kepala Desa se Kecamatan Kapuas Hilir beserta Ketua TP PKk Desa, para undangan dan peserta jambore.

Pada kesempatan itu, Bupati juga menyerahkan Piagam Penghargaan Duta Imunisasi dari Dinas Kesehatan untuk Ketua TP PKK Desa Sei Asem, Bibit Sayur dari Dinas Ketahanan Pangan untuk Ketua TP PKK Kelurahan Mambulau, Bibit Ikan dari Dinas Perikanan kepada Ketua TP PKK Desa Bakungin dan Kombet Traktor Besar dari Dinas Pertanian kepada Lurah Sei Pasah.

Adapun Jambore Kader PKK di Kecamatan Kapuas Hilir diikuti oleh 3 Desa dan 5 Kelurahan (Desa Sei Asam, Desa Saka Batur, Kelurahan Hampatung, Kelurahan Mambulau, Kelurahan Barimba, Desa Bakungin, Kelurahan Dahirang, Kelurahan Sei Pasah).

Kemudian, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pengumuman pemenang lomba dan penyerahan hadiah kepada para pemenang, dimana Lomba Pidato juara pertama dimenangkan oleh Kelurahan Mambulau, Lomba Yel-yel Juara Pertama diraih oleh Desa Bakungin, Lomba Vocal Solo Juara Pertama dimenangkan oleh Lurah Mambulau dan Juara Pertama Lomba Defile diraih oleh Kelurahan Mambulau.

Bupati Kapuas dalam sambutannya mengatakan, semua pihak ingat bahwa Dana Desa lahir tahun 2014 dan Bupati Kapuas pada waktu itu membuat visi misi pada tahun 2013 bahwa Pemerintah Daerah akan memberikan dana untuk pembangunan desa.

Namun, program tersebut kemudian diambil alih oleh Pemerintah Pusat yaitu menjadi Program Presiden RI Joko Widodo, bahwa Kepala Desa harus ingat Program Desa adalah Program Bapak Jokowi.

Kemudian, ke depan, lanjut Ben Brahim, untuk tahun 2019  kelurahan akan mendapatkan dana yang sama seperti Desa. “Sudah mendekati kepastian, saya ingat betul pertemuan terakhir Kabupaten seluruh Indonesia, saya termasuk yang dipanggil dalam pertemuan dengan Presiden, dan saya minta beberapa hal salah satunya bagaimana supaya Kelurahan mendapatkan dana seperti dana desa, ini rupanya di respon oleh Beliau dan berarti tahun 2019 kelurahan akan mendapatkan dana seperti dana desa,” terangnya.

Kemudian, terkait inovasi Desa yang di Kapuas Hilir yaitu Madu Kelulut, ia mengimbau agar dibuat promosi yang menarik dan dibuat dalam satu tempat pemasaran sehingga dapat diperlihatkan proses pembuatan dan khasiatnya.

Ia menekankan, promosi Madu Kelulut tersebut diperlukan sehingga orang beramai-ramai membelinya. “Ini berarti desa sudah berinovasi dan ke depan saya berharap Bumdes yang di setiap desa semakin maju dan pikirkan inovasi apa lagi yang dibuat kedepannya selain Madu Kelulut, agar desa bisa mandiri dan masyarakatnya menjadi sejahtera,” tuturnya.

Orang Nomor Satu di Kapuas itu berpesan, jadikan Jambore Kader PKK menjadi ajang menjalin silahturahmi, mengikat persaudaraan yang erat.

Sementara itu, Ary Egahni dalam sambutannya mengatakan tujuan diadakannya Jambore PKK adalah agar seluruh kader seacara berjenjang dari tingkat kecamatan sampai desa dapat memahami tugas dan fungsi PKK dan dapat mengeksekusi 10 Program Pokok PKK kepada masyarakat.

Kemudian, ia menyampaikan rasa bangganya kepada PKK Desa dan Kelurahan karena sudah berinovasi dan memiliki kreatifitas dan dengan adanya dukungan dari Lurah dan Kepala Desa dapat dijadikan sebagai Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) seperti halnya usaha Madu Kelulut agar dapat dijadikan sebagai cinderamata unggulan dari Kapuas Hilir.

“Awal 2019 bisa dititipkan di Butik PKK karena biasanya tamu dari luar kota mengungjungi butik PKK dan ini bisa dijadikan sebagai sarana untuk memasarkan produk ini,” katanya.

Kemudian, ia mengatakan terkait dengan Imunisasi MR bahwa imunisasi tersebut akan diperpanjang karena Kabupaten Kapuas mendapatkan Kejadian Luar Biasa dampak dari Campak Rubella, akibat tidak terlaksananya kegiatan imunisasi dengan baik. Dampak dari campak rubella sangat membahayakan salah satunya bagi ibu hamil.

Untuk itu, Ary Egahni mengungkapkan, TPP PKK melalui Pokja 4 bekerja sama dengan Dinas Kesehatan berharap Ketua TP PKK Kecamatan dan Ketua TP PKK Desa sebagai Duta Imunisasi bagaimana memberikan pemahaman yang baik bahwa imunisasi ini sangat diperlukan untuk menjadikan anak-anak sebagai generasi yang sehat, cerdas dan siap menjadi pemimpin bangsa di masa yang akan datang.

Ia berharap dengan diadakan Jambore PKK dapat menggelorakan semangat para kader secara berjenjang dapat merasakan gerakan PKK sampai tingkat desa. “Saya berpesan kepada Ketua TP PKK kelurahan dan desa secara otomatis menjadi bunda Paud kelurahan dan desa selalu mengajak masyarakat desa dan kelurahan supaya mereka ketika memiliki anak 0 sampai 6 tahun agar menghantarkan mereka ke pos layanan Paud terdekat,” imbaunya.[angga]


TAG