Ben Resmikan Bursa Inovasi Desa 2018

Print Friendly and PDF


RESMI DIBUKA – Bupati Kapuas Ir Ben Brahim S Bahat MM MT didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kapuas Ary Egahni Ben Bahat SH membuka secara langsung Kegiatan Bursa Inovasi Desa Tahun 2018, ditandai dengan pemukulan gong di Gedung Olahraga (GOR) Panunjung Tarung Kuala Kapuas.

KUALA KAPUAS – Bursa Inovasi Desa merupakan jembatan untuk memenuhi kebutuhan pemerintah desa akan solusi bagi penyelesaian masalah, serta inisiatif atau alternatif kegiatan pembangunan desa dalam rangka penggunaan dana desa yang lebih efektif dan inovatif.

Oleh karena itu untuk mewujudkan Program Inovasi Desa tersebut, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Kapuas menyelenggarakan Bursa Inovasi Desa, yang dibuka secara langsung oleh Bupati Kapuas Ir Ben Brahim S Bahat MM MT didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Ary Egahni Ben Bahat SH, Selasa (16/10/2018) pagi.

Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Olahraga (GOR) Panunjung Tarung diikuti sebanyak 900 peserta yang terdiri dari seluruh Kepala Desa beserta Ketua TP PKK Desa, perangkat desa, seluruh Ketua BPD (Badan Pemberdayaan Desa) dan perwakilan tokoh masyarakat masing-masing desa se Kabupaten Kapuas.

Dihadiri pula oleh Ketua DPRD Kabupaten Kapuas Algrin Gasan, Forkopimda Kabupaten Kapuas, Kepala Dinas PMD Provinsi Kalteng Murtado beserta jajaran, Koordinator Provinsi P3MD-PID Provinsi Kalteng beserta anggota, Kepala SOPD lingkup Pemkab Kapuas dan Camat se Kabupaten Kapuas.

Bupati Kapuas dalam sambutannya mengatakan, inovasi adalah kreativitas dari desa masing-masing, apa yang harus dilakukan oleh desa untuk kesejahteraan desa dan masyarakat.

Ben menekankan bahwa semua pihak berada dalam suatu perahu besar mulai dari Bupati, Wakil Bupati, SOPD, Camat, Kepala Desa dan masyarakat bahkan instansi vertikal untuk bersama-sama berlayar menuju kearah yang lebuh baik, tanpa satu visi dan tujuan seua tidak akan berlayar menuju ke tempat yang dikehendaki.

“Kita harus menyatukan persepsi. Apa yang harus kita lakukan untuk membantu Kepala Desa dan Presiden pun menghendaki dana desa ini jangan sampai satu sen pun berkurang. Jangan karena ada oknum tertentu yang membawa kesulitan sehingga dana desa tidak terproses dengan baik,”tekannya.

Ben menegaskan, apabila Kepala Desa ada kesulitan laporkan kepada Camat dan dari Camat laporkan langsung kepada Bupati, harus ada kordinasi dengan baik. Apabila ada Kepala SOPD yang tidak mau berkordinasi laporkan langsung kepada Bupati.

Untuk itu, ia meminta kepala seluruh Kepala SOPD, apabila Kepala Desa diserahkan Dana Desa, mereka belum tentu tahu bagaimana yang namanya membuat laporan keuangan, mengawal laporan fisik dan bagaimana pembangun yang baik secara fisik bagi infrastruktur desa.

“Untuk itu dinas terkait yang membantu jangan menutup diri, semua kepala dinas saya minta nomor telepon masing-masing diberikan kepada semua camat dan semua Kepala Desa. Kita sepakat sekarang, karena saya melihat dari hati nurani Bapak dan Ibu Kepala Desa tidak ada niat mereka untuk berbuat yang aneh-aneh, masalahnya karena mungkin keterbatasan pengetahuan,” tutur Ben Brahim.

Selain itu, lanjut dia, bursa inovasi bergantung potensi desa masing-masing, selalu untuk mendiskusikan secara berjenjang dengan Pendamping Desa, Camat dan SOPD terkait, supaya tidak mengalami kegagalan dalam membangun inovasi.

“Semangat terus untuk membangun Kapuas kearah yang baik, dengan kebersamaan kita pasti bisa dan kita bersama-sama membantu seluruh Kepala Desa melaksanakan dana desa supaya terarah dengan baik,” pungkasnya.

Kepala DPMD Kapuas Ibak dalam laporannya menjelaskan, Pelaksanaan Program Inovasi Desa (PID) Tahun 2018 dengan diselenggarakannya Bursa Inovasi Desa (BID) merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mewujudkan agenda Nawa Cita dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMD).

Ia mengatakan, Program Inovasi Desa (PID) dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas desa sesuai dengan UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa. Ada dua komponen utama dalam PID salah satunya Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD) yang bertujuan agar desa-desa mendapatkan jasa layanan teknis secara lebih berkualitas dari lembaga profesional (konsultan) yang telah mempunyai kualitas kerja baik.

Adapun tujuan dari Inovasi Desa adalah mendorong produktivitas dan pertumbuhan ekonomi perdesaan serta membangun kapasitas desa yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat dan kemandirian desa.

Kemudian, lanjut dia, target sasaran dalam strategi pelaksanaan PID adalah penyedia bantuan pemerintah untuk memfasilitasi dan mendorong berkembangnya inovasi desa dalam mendukung penggunaan dana desa yang berkualitas, efektif dan efisien.

“Pengelola penyediaan Kapasitas Teknis Desa dan Pengelolaan serta akses pada data pembangunan desa. Strategi tersebut diharapkan memenuhi target capai PID dalam bidang kewirausahaan dan pengembangan ekonomi lokal, bidang sumber daya manusia dan bidang infrastruktur,” terangnya.[angga]


TAG