Bela Teman, Pemuda Ini Tusuk Korban dengan Pisau

Print Friendly and PDF


PULANG PISAU - Tindak pidana penganiayaan terjadi di Kecamatan Kahayan Kuala (Bahaur), Kabupaten Pulang Pisau, tepatnya di Desa Bahaur Tengah, Jembatan Sei Talai, RT 02 sekitar Pukul 11.00 WIB, Selasa (23/10/2018).

Pelaku diketahui atas nama Toni alias Ateng (22). Pemuda yang merupakan warga Desa Bahaur Hulu ini nekat menikam warga desa tetangganya dengan pisau.

Atas penganiayaan dan penikaman tersebut, Arman (27), warga Desa Bahaur Tengah mengalami luka tusukan di bagian belakang sebelah kiri menggunakan sebilah pisau yang sebelumnya diselipkan pelaku dipinggang.

Adapun kronologis yang diterangkan Kapolres Pulang Pisau, AKBP Dedy Sumarsono, SIK, MH melalui Kasat Reskrim, Iptu Jhon Digul Manra kepada awak media, Rabu (24/10/2018) menjelaskan awal kejadian bermula saat Fajar (warga desa setempat) yang saat itu selepas membeli jerigen bercerita dengan pelaku bahwa pada malam acara penganten ada perkelahian dengan Ajai.

Mendengar kabar itu, lalu pelaku menjawab "Iyalah, di mana rumahnya (benarkah, di mana rumahnya) dan dijawab Fajar "Ayo ku tunjukan rumahnya".

Kemudian Fajar dan pelaku berhenti, dan Fajar menunjuk ke arah rumah seseorang "Itu rumahnya" kata Fajar.  Kemudian tersangka jawab “Iya”.

Selepas itu, lanjut Jhon Digul, mereka berdua melanjutkan untuk pulang, kemudian saat dipertengahab jalan Fajar ketemu dengan seseorang dan menunjuknya “Ini kawan (teman) Upik".

Sesampai di jembatan Sei Talai, Fajar menyuruh pelaku berhenti kemudian pelaku berhenti. Setelah berhenti di jembatan kemudian pelaku melihat Upik tengah berjalan kaki mendatangi pelaku bersama Fajar di atas jembatan.

Sesampai di jembatan, kemudian pelaku menghadang Upik, saat berhadapan sekitar 1 meter dengan Upik pelaku langsung bicara “Saya ini orang Banjar badiam atau tinggal di Mampai (nama desa). Lalu dijawab Upik “Aku gak ada urusan dengan kamu". Selanjutnya Upik  tetap mendekat kearah pelaku.

Melihat Upik makin mendekat, pelaku merasa khawatir kalau Upik menyerang. Lalu pelaku langsung mencambut sebilah pisau yang diselipkan atau diletakkan pelaku di pinggang sebelah kirinya.

Kemudian, kata John Digul, pelaku juga langsung mengayunkan pisaunya dari kanan kekiri kearah tubuh Upik, namun saat itu Upik dapat menghindari dari serangan pelaku dan selanjutnya berjalan mundur menjauh dari tersangka.

Saat itu juga pelaku dan Upik saling berhadapan dan saling bertatapan, dimana saat itu pelaku masih memegang pisau menggunakan tangan kanannya.

Tak lama, kata Jhon, datang saudara Ajai dan saling dorong dengan Fajar sehingga terjadi pergulatan ditanjakan jembatan.

Tidak tidak lama kemudian datang Arman (Korban) ke arah tersangka langsung memegang tangan kanan pelaku bermaksud mengambil sajam dari pelaku. Arman berhasil memegang pisau dari pelaku, dan Arman saling berebut pisau. Namun pengangan korban terlepas setelah itu pelaku langsung mengayunkan pisau tersebut dari samping kearah pinggang korban yang kemudian mengenai pinggang kiri belakang Arman.

Akibat terkena tusukan itu korban mengalami luka pada pada tubuh belakang bagian kiri dan sudah dirawat.

"Untuk saat ini motif sementara perkelahian karena membela teman, sehingga terjadi perkelahian dengan kekerasan menggunakan sajam (pisau)," kata Iptu Jhon Digul kepada awak media.

Sementara diinformasikan setelah pelapor melaporkan peristiwa tersebut kemudian anggota Polsek Kahayan Kuala melakukan penangkapan terhadap tersangka pada Selasa 23 Oktober 2018, sekitar Pukul 14.00 WIB.

"Pelaku akan kita kenakan pasal 351 ayat (2) atau pasal 351 ayat (1) tentang penganiayaan," tukasnya.[manan]


TAG