Antisipasi Kabut Asap, Kadinkes Minta seluruh Puskesmas Pantau Kesehatan Masyarakat

Print Friendly and PDF


PULANG PISAU - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Pulang Pisau, dr Muliyanto Budihardjo, meminta kepada seluruh Puskesmas yang ada di Bumi Handep Hapakat untuk dapat terus memantau kesehatan masyarakat dari dampak yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Demikian disampaikan dr Mul begitu sapaan akrabnya, kepada media ini, Rabu (3/10/2018) via telepon selulernya.

Ia mengungkap, dalam menyikapi karhutla tersebut  pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi jika kualitas udara terus memburuk akibat dari kebakaran hutan dan lahan yang hampir terjadi setiap hari di beberapa kecamatan.

“Masker dan obat-obatan sudah kita siapkan. Itu bisa digunakan kapan saja jika diperlukan,” ucapnya.

Selanjutnya, kata dr Mul, untuk persediaan obat-obatan yang diperlukan untuk mengantisipasi dampak dari kabut asap di Bumi Handep Hapakat ini juga masih mencukupi.

"Artinya segala sesuatunya terkait dampak karhutla ini, Dinkes setempat sudah mempersiapkannya semuanya," ujar dr Mul.

Ia juga menerangkan, biasanya penyakit umum dan yang meningkat pada musim kemarau adalah inspeksi saluran pernapasan (ISPA) dan diare. Namun, menurutnya sampai saat ini kita masih belum mendapatkan laporan adanya masyarakat yang mengalami ISPA dan Diare.

"Untuk saat ini kita masih belum dapat laporan adanya masyarakat yang terserang ISPA dan Diare dari dampat karhutla ini. Tapi yang pastinya kita akan terus lakukan upaya menanggulangannya," pungkasnya.

Melihat kondisi saat ini, ia berharap kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pulang Pisau selama musim kemarau dan situasi banyaknya titik api kebakaran lahan seperti sekarang ini, masyarakat bisa lebih aktif untuk menjaga kesehatan agar tidak mudah terserang berbagai macam penyakit.

Selain mengonsumsi makanan dengan gizi berimbang, juga memperhatikan kebersihan dalam mengolah makanan.

"Yang pastinya karena diluar udara sedang tidak bersahabat akibat dampak kabut dari karhutla, kiranya kalau tidak ada kepentingan tidak usah lah keluar rumah untu sementara, dan juga bisa menutup rapat-rapat jendela semisal kabut semkain pekat," tuturnya mengakhiri obrolan.

Sementara dalam beberapa hari terakhir ini, berdasarkan catatan Posko Karhutla Kabupaten Pulang Pisau, titik api terpantau dan tersebar di Kecamatan Pandih Batu, Jabiren Raya dan Kahayan Hilir.[manan]


TAG