Suwarno: Pramuka Kader Pembangunan Bangsa

Print Friendly and PDF


KEMAH - Sekretaris Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kapuas Dr H Suwarno Muriyat menyematkan tanda peserta Perkemahan Penggalang Kapuas Timur  akhir pekan lalu di SMPN 2 Kapuas Timur Anjir Mambulau.

KUALA KAPUAS  - Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kapuas Timur akhir pekan lalu (31/8/2018) menyelenggarakan perkemahan penggalang penerimaan anggota baru dari penggalang tamu menjadi penggalang. Kegiatan dipusatkan di halaman SMPN 2 Kapuas Timur di Anjir Mambulau.

Ketua Panitia Pelaksana, Gatot Subagiono melaporkan, sebanyak 150 Anggota Pramuka Penggalang Tamu setelah berkemah selama dua hari akan dikukuhkan menjadi Pramuka Penggalang.

“Kami juga dibantu 50 orang Panitia yang terdiri dari Guru dan Pembina Gudep serta Para Alumni yang saat ini telah menjadi Penegak di Kalteng maupun Kalsel. Mereka selama berkemah juga melakukan hyking, pentas seni, anjangsana dan berbagai lomba dan kegiatan ala Pramuka,” ucap Gatot.

Masih di tempat yang sama, Kepala SMPN 2 Kapuas Timur Syahrul SPd yang juga Ketua Majelis Pembimbing Gudep menyatakan dukungannya atas berbagai kegiatan intra dan ekstrakurikuler.

“Kepramukaan merupakan kegiatan yang terintegrasi dalam Kurikulum 2013 dilaksanakan dalam bentuk intra maupun ekstra kurikuler. Atas dukungan Bapak dan Ibu Guru sebagai Pembina Pramuka, orang tua siswa, peserta didik dan alumni, alhamdulillah semua dapat berjalan lancer,” ucap Syahrul.

Sementara itu, Sekretaris Kwarcab Kapuas Dr H Suwarno Muriyat yang didampingi sejumlah Andalan Cabang Kapuas saat membuka kegiatan itu menyatakan rasa bangganya karena melihat pembina dan peserta sangat antusias mengikuti perkemahan.

Penggalang merupakan salah satu tingkatan dalam kepramukaan dan memiliki kegiatan berjenjang sejak Gudep hingga Internasional. Ada Jambore,lLomba tingkat juga Gladian Pinru.

“Kiasan dasar gerakan Pramuka menyebutkan paling awal adalah Pramuka Siaga berusia 7 sampai 10 tahun. Kelahiran Budi Utomo 20 Mei 1908 menjadi tonggak Kebangkitan Nasional, menandai dimulailah perjuangan baru, perjuangan menyiagakan rakyat," tuturnya.

Adapun usia  11 hingga 15 tahun dinamakan Penggalang, di mana Sumpah  Pemuda 28  Oktober 1928 menjadi salah satu tonggak sejarah dalam upaya  penggalangan persatuan dan kesatuan bangsa yang dipelopori oleh para pemuda-pemudi di seluruh Indonesia.

Sedangkan Penegak, yaitu Pramuka berusia 16 hingga 20 tahun, di mana perjuangan bangsa Indonesia akhirnya membawa hasil dengan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 serta Pandega, yaitu Pramuka dengan usia 21-25 tahun.

"Tegaknya Negara Republik Indonesia harus dilanjutkan dengan perjuangan dalam mengelola negara Indonesia di bidang pembangunan," imbuhnya.

Sedangkan Pramuka dewasa usia 25 tahun lebih yang terlibat aktif di Gudep sebagai pendidik dan pembimbing adik-adik anggota muda pramuka.

"Pembangunan fisik maupun non fisik perlu terus dibina dan dikembangkan dalam rangka mengantarkan bangsa Indonesia menuju kemajuan dan kemakmuran,” pungkas H Suwarno.[angga]


TAG