Selamatkan Satwa Liar Dilindungi, BKSDA Gelar Sosialisasi Penanganan


SAMPIT - Menyikapi maraknya konflik yang kerap terjadi antara manusia dan hewan langka yang dilindungi, BKSDA Kalimantan Tengah menggelar sosialisasi penanganan satwa liar konflik di Hotel Idola Sampit, Kamis (27/9/2018).

Kegiatan ini dihadiri para kepala desa dan lurah di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Seruyan, di mana wilayah ini dinilai berpotensi memiliki konflik dengan hewan liar yang dilindungi. Sosialisasi sehari ini juga diikuti perwakilan perusahaan kelapa sawit.

Hadir sebagai pembicara Nurwachid Wahyudi dari BKSDA Palangka Raya, Muriansyah dari BKSDA Kalteng Pos Sampit dan Kasat Reskrim Polres Seruyan, Wahyu S Budiarjo SH.

Dalam sosialisasi ini dipaparkan berbagai penanganan dan tindakan yang diambil untuk mengatasi dan menyelamatkan berbagai satwa liar yang dilindungi.

Pada kesempatan ini, pihak Polres Seruyan menekankan sisi penegakan hukum sekaligus mengimbau berbagai pihak terkait untuk berkolaborasi agar bersama-sama menjaga lingkungan.

Sementara itu, Muriansyah mengungkapkan, sepanjang tahun 2017 dan 2018, pihaknya telah menyelamatkan dan melakulan serah terima berbagai satwa liar yang dilindungi Undang-Undang RI di wilayah SKW II.

"Tahun 2017, kami total menyelamatkan 56 ekor satwa, rescue 6 individu orangutan. Untuk tahun 2018 sampai bulan Agustus, kami menyelamatkan total 25 ekor satwa, serah terima 20 ekor satwa, rescue 1 ekor buaya muara dan 4 individu orangutan," paparnya.

Menurutnya, jenis satwa yang diselamatkan pada 2017 seperti kucing hutan, beruang madu, orangutan, elang, buaya muara, kukang, rangkong, owa owa, buaya sapit, teringgiling, bekantan dan kakak tua jambul kuning.

Kemudian, lanjut Muriansyah, pada 2018 jenis satwa yang di selamatkan adalah beruang madu, orangutan, belang, buaya muara, kukang, owa owa, buaya sapit, macan dahan dan penyu hijau.

Muriansyah juga mengimbau kepada warga yang menemukan satwa liar dilindungi agar segera menghubungi pihak BKSDA Kalteng.

"Setiap laporan yang masuk akan kami tindak lanjuti," pungkasnya.[tomi]


TAG