RSUD Kapuas Lakukan PKRS Tentang HIV/AIDS

Print Friendly and PDF


PENYULUHAN - RSUD Kapuas lakukan penyuluhan tentang HIV/AIDS yang disampaikan oleh dr. Krismeikesari selaku Dokter Internsip terkait tentang HIV / AIDS Kamis (27/9) pagi, bertempat di Ruang Tunggu Poli Klinik Rawat Jalan RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas.

KUALA KAPUAS - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr H Soemarno Sosroatmodjo Kabupaten Kapuas aktif lakukan Penyuluhan/Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS), Kamis (27/9) pagi di Ruang Tunggu Poli Klinik Rawat Jalan RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas.

Adapun yang menyampaikan penyuluhan pada kesempatan itu adalah dr Krismeikesari selaku Dokter Internsip terkait tentang HIV / AIDS.

Ia menerangkan bahwa HIV adalah singkatan dari Human, Immunodeficiency, Virus. Sedangkan AIDS singkatan dari Acquired (didapat), Immune (kekebalan tubuh), Deficiency (menurun/berkurang), dan Syndrome (kumpulan gejala penyakit). Jadi, AIDS adalah kumpulan gejala penyakit yang timbul akibat menurunnya kekebalan tubuh yang didapat.

"HIV melemahkan sistem kekebalan tubuh manusia, HIV menyerang sel darah putih, sel darah putih adalah seperti tentara yaitu melawan infeksi. Namun, setelah HIV memasuki sel darah putih untuk perkembangbiakannya, HIV merusak sel tersebut, akhirnya membunuhnya. Akibatnya, sistem kekebalan tubuh semakin menurun dan menyebabkan tubuh menjadi rentan terhadap segala serangan penyakit," jelasnya.

Krismei menerangkan, tubuh kita mempunyai sel darah putih yang melindunginya dari serangan berbagai penyakit seperti diare atau batuk. Tetapi virus HIV menyerang dan membunuh sel darah putih sehingga tubuh kita tidak bisa melawan penyakit - penyakit yang masuk. Virus HIV terdapat dalam sel darah putih yang berada di cairan darah, air mani (semen), cairan vagina, dan air susu ibu.

Ia menjelaskan lebih lanjut, Penularan HIV lewat cairan darahTransfusi darah seperti Pemakaian jarum suntik yang tidak steril dan dipakai bersama-sama, Pemakaian alat tusuk yang menembus kulit (yang tidak steril dan dipakai bersama-sama), Penularan HIV melalui cairan kelamin seperti melalui hubungan seksual tanpa kondom, Vaginal Seks, Oral Seks, Anal Seks, Penularan melalui ibu yang HIV+ kepada anaknya.

Serta penularan dapat terjadi selama Proses kehamilan, Proses persalinan, menyusui (Kemungkinan penularan ke bayi adalah sekitar 25-30 bila tanpa pengobatan). Akan tetapi, AIDS tidak menular lewat ciuman, pelukan, WC, sentuhan, alat makan, nyamuk, dan tinggal serumah.

"Pencegahan HIV / AIDS dianjurkan dengan (Abstinence) Bagi yang belum menikah dianjurkan untuk  tidak melakukan hubungan seksual, (Be faithful)Saling setia pada satu pasangan yang tidak terinfeksi HIV, (Condom) Gunakan kondom setiap kali berhubungan seks yang berisiko, (Don’t Inject).Hindari penggunaan jarum suntik secara bergantian & tidak steril dan (Equipment Save) Hindari pemakaian segala alat / bahan tdk steril," terangnya.

Kemudian, lanjut dia, pengobatan HIV sampai saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan HIV. Obat yang sekarang ada yaitu ARV (Anti Retroviral ) yang digunakan sebagai terapi untuk menghambat berkembangbiaknya virus dalam tubuh. Terapi ARV memberi kesempatan pada ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) untuk hidup lebih produktif.[angga]


TAG