RSUD Kapuas Lakukan PKRS Penyakit Malaria

Print Friendly and PDF


PENYULUHAN - dr Rugas Pribawa saat melakukan penyuluhan terkait Penyakit Malaria di Ruang Tunggu Poli Klinik Rawat Jalan RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas.

KUALA KAPUAS - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kabupaten Kapuas aktif lakukan Penyuluhan/Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS), Kamis (20/9/2018) pagi, bertempat di Ruang Tunggu Poli Klinik Rawat Jalan RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas.

Adapun yang menyampaikan penyuluhan pada kesempatan itu adalah dr Rugas Pribawa selaku Dokter Internsip terkait tentang Penyakit Malaria. Ia menerangkan bahwa Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Sporozoa Genus Plasmodium yang hidup dan berkembang biak dalam sel darah merah manusia dan ditularkan oleh nyamuk Anopheles sp Betina.

"Berdasarkan Plasmodium, ada empat jenis Plasmodium yang mampu menginfeksi manusia yaitu Plasmodium Vivaxà Malaria Tertiana, Plasmodium Falciparumà Malaria Tropika, Plasmodium malariaeà, Malaria Quartana, Plasmodium Ovaleà, Malaria Ovale," ucapnya.

Rugas menerangkan, cara penularan malaria melalui gigitan nyamuk Anopheles melalui ibu hamil yang menderita malaria, sehingga bayi yang lahir menderita malaria, melalui transfusi darah. Gejala Malaria pada umumnya menggigil, demam, anemia, nyeri persendian, sakit kepala, muntah - muntah, dan gejala yang khas seperti badan terasa dingin yang diikuti dengan demam panas yang berlangsung sekitar empat sampai enam jam.

Ia menjelaskan lebih lanjut, pengobatan malaria dapat dengan pemberian obat oral / minum, sedangkan malaria berat membutuhkan terapi infus (intravena) atau penggantian cairan tubuh di rumah sakit. Dokter akan memberikan antimalaria lainnya seperti Artesunate-Sulfadoxine / Pyrimethamine, Artesunate-amodiaquine, Artesunate-piperquine.

"Secara umum pencegahan yang dapat dilakukan, yaitu mengurangi kontak atau gigitan nyamuk, dengan cara menggunakan kelambu
memasang kain kassa / kawat nyamuk pada ventilasi , menggunakan obat nyamuk, menghindari pakaian yang menggantung, melakukan 3M, dan mengobati penderita malaria sampai tuntas,"terangnya.

Untuk pencegahan lebih lanjut di rumah dapat dilakukan dengan menggunakan kelambu (Bed Net) pada waktu tidur, lebih baik lagi dengan kelambu berinsektisida, mengolesi badan dengan obat gigitan nyamuk (Repellent), menggunakan pembasmi nyamuk, baik bakar, semprot maupun lainnya, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi, membersihkan tempat hinggap/istirahat nyamuk.

Kemudian, memberantas sarang nyamuk dengan pengasapan/fogging, membunuh jentik nyamuk dengan memberikan obat anti larva (bubuk abate), hindari keadaan rumah yang lembab, gelap, kotor, dan pakaian yang bergelantungan, serta genangan air, menebarkan ikan/hewan pemakan jentik, menguras bak mandi, mengubur barang bekas, menutup wadah air, dan menghindari diri dari gigitan nyamuk.[angga]


TAG