• Latest News

    Jumat, 07 September 2018

    Resahkan Warga, Mengapa Anak-anak Ini Memilih Hidup di Jalanan?


    CUACA terik di siang hari Jumat (7/9/2018) di Jalan A Yani, Kecamatan Pahandut, wilayah pasar besar Kota Palangka Raya, ketika awak media tengah melakukan aktivitas peliputan berita, dikagetkan dengan munculnya segerombolan anak-anak yang kebanyakan merupakan masih di bawah umur.

    Kehadiran mereka terasa cukup mengganggu masyarakat di sekitar pasar besar di Kota berjuluk kota cantik ini, pasalnya dengan bermodalkan suara yang jauh dari kata merdu dan alat musik seadanya, gerombolan anak-anak dengan tampang lusuh tersebut, melakukan aksi mengamen di sekitar pasar  mendatangi lapak-lapak pedagang.

    Berdasarkan pantauan KabarKalteng, sedikitnya ada lima orang anak jalanan yang beraksi siang itu, yang belakangan diketahui indentitasnya, yakni Ad (13), Rn (14), Il (15), Ai (17) dan seorang pemudi Sn (26).

    Aksi mereka ini, kerap kali membuat tidak sedikit pelanggan dan calon pembeli menjauh, karena merasa terganggu dengan kehadiran mereka yang seringkali melakukan pemaksaan apabila tidak dibayar.

    Bahkan tidak jarang pula menimbulkan keributan antara anak-anak jalanan dengan para pedagang, sebabnya ketika ditegur oleh para pedagang yang ada di pasar, anak-anak tersebut nekad mengamuk bahkan melempari lapak-lapak pedagang dengan batu ataupun menggunakan senjata tajam.

    Hal inilah juga, yang dikeluhkan oleh salah satu  pedagang, Mufidah kepada KabarKalteng, Jum'at (7/9/2018). Ia menuturkan, bahwa anak-anak tersebut tidak hanya mengamen saja, tapi juga melakukan pemalakan dengan cara paksaan serta tidak segan untuk melakukan perusakan dengan melempari batu ataupun senjata tajam.

    "Tidak cuma ngamen mas, tidak jarang juga sampai malak orang, kalau gak kasih (bayaran) mereka ngamuk lempar pakai batu atau pakai benda lainnya," keluhnya.

    Hal senada juga dikeluhkan oleh pedagang kue kaki lima, Ahmad Golden, yang menceritakan bahwa selain memaksa meminta makanan dan bayaran dari para pelanggannya, kehadiran anak-anak jalanan ini juga kerap kali membuat dia merugi karena seringnya hilangnya kue-kue dagangannya.

    "Mereka sering minta makanan dan dibayarin oleh pelanggan saya mas, kue-kue dagangan saya aja seringkali hilang kalau mereka datang, saya curiga mereka yang ambil," tuturnya.

    Hijrah dari Kelayan, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Broken Home (perceraian orang tua) yang menjadi alasan kuat anak-anak jalanan ini memilih hidup di jalanan.

    Alasan tersebut diungkapkan oleh tiga dari lima orang anak jalanan yang ditemui awak media, yakni Ad (13), Rn (14) dan Il (15). Kepada awak media, ketiga anak ini, mengaku terpaksa memilih hidup dijalanan, karena perceraian orang tua mereka sehingga tidak ada lagi orang yang merawat mereka.

    "Saya dari Kelayan kesini (Palangka Raya) rombongan sama teman-teman ini (sembari menunjuk teman-temannya yang lain), orang tua saya sudah cerai saya tidak tahu mereka sekarang dimana," terang Ad.

    "Sama saya juga, orang tua sudah pisah," timpal Il dengan dialeg Banjarnya yang kental, dan diiyakan oleh Rn.

    Bukan hanya sekedar kerasnya hidup di jalanan saja yang harus segera menjadi perhatian Pemerintah Daerah baik Provinsi ataupun Kota dan semua stake holder yang bertanggung jawab terhadap masalah sosial ini, namun ada hal yang lebih memprihatinkan, adalah ternyata aksi mengamen yang mereka lakukan, hasilnya bukan hanya sekedar digunakan untuk makan, namun juga digunakan untuk berjudi dan membeli lem fox ataupun obat-obatan terlarang lainnya untuk mereka mabuk-mabukkan.

    Kegiatan yang melanggar norma dan bisa merusak generasi Bangsa itu sendiri, diungkapkan langsung oleh anak-anak jalanan ini.

    "Kami sudah lebih dari empat bulan di Palangka Raya dengan tujuan untuk mengamen, hasil dari uang tersebut digunakan untuk membeli obat-obatan serta untuk berjudi," ucap Ad (13) kepada awak media, tanpa rasa takut sedikitpun.[abimanyu]


    • Komentar
    • Facebook Komentar

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Resahkan Warga, Mengapa Anak-anak Ini Memilih Hidup di Jalanan? Rating: 5 Reviewed By: Kabar Kalteng
    Scroll to Top