Pungli..?, DPMPTSP Mengaku tak Tahu Pungutan Biaya

Print Friendly and PDF


PALANGKA RAYA - Pihak Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalimantan Tengah, mengaku bingung kenapa nama instansinya ikut terseret dalam pemberitaan adanya temuan dugaan pungutan liar dalam kepengurusan izin galian C.

Ditemui di kantornya, Rabu (5/9/2018), Kepala DPMPTSP Kalteng, Aster Bonawaty M SH MH melalui Kabid Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Mulyo Suharto SH mengaku tidak mengerti persoalan sebenarnya seperti apa, terkait adanya dugaan pungli dalam kepengurusan izin tambang galian C.

Sebabnya menurut dia, setiap produk perizinan yang diterbitkan melalui DPMPTSP, pihaknya tidak pernah memungut biaya apapun, karena yang menyangkut pembiayaan menurutnya adalah urusan teknis.

Namun menurut dia, hal itu sangat bisa dipahami karena banyak orang yang tidak mengerti prosedur perizinan, sehingga karena DPMPTSP yang dinyatakan sebagai tempat pengurusan perizinan akan selalu menjadi pihak yang dikaitkan.

Padahal sesuai dengan prosedurnya, DPMPTSP dalam hal teknis dibantu dan berkaitan dengan instansi lainnya yang memang merupakan leading sektor dari izin yang diurus.

"Dengan berita itu (dugaan pungli) masalahnya apa kita tidak tahu, mungkin sebabnya kita di sini (DPMPTSP) administrasi. Untuk tahapan operasi produksi, itu ada tahapan-tahapan teknis, finansial dan administrasi, itu belum memasukan permohonan kepada kami, untuk tahapan teknis saya tidak berhak untuk menjelaskan karena itu ada instansi teknisnya," ucapnya.

Meskipun sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), perizinan tambang galian C sudah bisa diterbitkan dalam jangka waktu 25 hari, namun karena kurangnya pemahaman pemohon terhadap prosedur dan tahapan perizinan, membuat kerap kali izin dimaksud jadi lambat untuk bisa diterbitkan.

"Apalagi kalau pihak pemohon menggunakan orang lain untuk mengurusi izinnya," tukasnya.

Terkait perizinan atas nama CV.Bayu Perdana yang beroperasi di wilayah Kabupaten Barito Selatan, sebagai pihak yang keberatan terhadap belum diterbitkannya izin tambang galian C mereka, diakui oleh Mulyo, izin eksplorasinya sudah terbit sejak bulan April 2018 lalu.

"Untuk CV.Bayu Perdana, izin eksplorasinya sudah terbit sejak April lalu," terangnya.[tampetu]


TAG