Pergi Tanpa Pamit, Kakek Ini Didapati Tewas di Kebun Karet

Print Friendly and PDF


PULANG PISAU - Mayat seorang pria paruh baya ditemukan tergantung di pohon karet dengan seuntai tali putih yang mengikat leher kakek tersebut, Jumat (21/9/2018).

Jenazah kakek paruh baya itu diketahui bernama Marsudi (64), warga Jalan Tuna Bakti Gang 13, Desa Talio Muara, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, ditemukan pertama kali oleh anak dan istri korban sekitar pukul 10.00 WIB.

Menemukan tewas tergantung, anak dan istri korban melaporkan kejadian tersebut ke pihak Polsek Pandih Batu dan setelah itu aparat melakukan olah TKP.

Kapolres Pulang Pisau, AKBP Dedy Sumarsono melalui Kasatreskrim, Jhon Digul Manra menyampaikan kronologis kejadian, Kamis 20 September 2018 sekira pukul 19.30 WIN, setelah sholat Isya korban keluar rumah tanpa pamit sampai dengan pagi hari korban juga masih belum pulang kerumah.

Kemudian, melihat tidak pulang anak dan isteri korban melakukan pencarian ketempat tetangga sekitar, namun tidak ditemukan dan warga juga tidak ada yang melihat korban.

Selanjutnya, anak dan istri korban kembali melakukan pencarian dengan menyisir kebun karet yang tidak jauh dari rumah korban dan akhirnya ditemukan dalam keadaan tergantung.

"Setelah dilakukan upaya pencarian, akhirnya korban ditemukan di belakang rumahnya pada hari Jumat sekitar pukul 10.00 WIB dengan kondisi tergantung di pohon karet dengan seuntai tali warna putih dan korban telah dalam keadaan meninggal," ucap Jhon Digul mengabarakan kepada awak media, Jumat (21/9/2018) malam.

Dugaan sementara, tambah Jhon Digul, melihat dari olah TKP, bahwa benar korban melakukan bunuh diri dengan cara mengikat tali ke leher dengan sarana pohon karet yang juga milik korban.

"Pada saat melakukan olah TKP bersama dengan dokter Puskesmas Pandih Batu beserta perawat, memang ditemukan tanda-tanda atau ciri-ciri orang yang melakukan bunuh diri, yakni terdapat  cairan sperma yang keluar dari kemaluan korban, feses yang keluar dari anus korban, dan lidah yang tergigit dan tangan yang mengepal," terang Jhon Digul.[manan]


TAG