• Latest News

    Rabu, 19 September 2018

    Pagar Beton di Radio H2FM Dirobohkan, Kok Bisa...?


    PULANG PISAU - Pasca miringnya pagar beton di lokasi radio H2FM milik Pemerintah Daerah, Jalan Darung Bawan, Kota Pulang Pisau mendadak dikabarkan ambruk.

    Sebelum dikabarkan ambruk atau roboh, tembok yang diketahui sudah miring sejak dalam beberapa bulan terakhir ini ternyata memang sengaja dirobohkan.

    Kok bisa..? Tembok yang diperkirakan panjangnya hampir 50 meteran itu sengaja dirobohkan oleh pihak terkait.

    Belum jelas keterangan kapan bangunan pagar tersebut dirobohkan, namun diakui Kepala Bagian (Kabag) Umum Setda Pulpis, Daryatno yang juga selalu PPTK pada kegiatan tersebut.

    Menurutnya bangunan pagar yang miring itu harus segera dibenahi, namun tidak menggunakan anggaran baru atau anggaran APBD melainkan tanggungjawab pihak rekanan sebagai rasa bertanggung jawab atas miringnya pagar tersebut.

    "Iya, bangunan itu terpaksa kita robohkan dan dibangun seperti semula, karena memang itu tidak mungkin bisa didirikan kembali kalau tidak dibongkar dulu," ucap Daryatno saat dikonfirmasi wartawan media ini melalui via WhatsApp pribadinya, Kamis (20/9/2018).

    Meski demikian, ditanya terkait penyebab kemiringan dan sudah melalui mekanisme yang ada, apa belum terkait perobohan bangunan pagar yang menghabiskan anggaran ratusan juta itu, Daryatno enggan berkomentar sampai berita ini dimuat.

    Sementara terpisah, Kasi Intel Kejaksaan Pulang Pisau, M Kahfi menyikapi terkait hal ini mengatakan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Pulang Pisau akan segera memangggil pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan, namun sifatnya masih dalam klarifikasi.

    "Dalam waktu dekat ini juga akan kita panggil seluruh pihak terkait pelaksanan bangunan pagar tersebut. Munkin besok akan saya panggil untuk klarifikasi," ucap M Kahfi kepada wartawan media ini, melalu via telepon, Kamis (20/9/2018).

    Sementara itu, salah satu warga Pulang Pisau, Fadil berharap ke depannya setiap pekerjaan yang menggunakan anggaran APBD kiranya dapat diperhatikan dengan baik terkait kualitas atau standart mutunya, agar hasilnya bagus serta baik terlihat masyarakat.

    "Bagaimanapun setiap proyek kegiatan yang menggunakan anggaran APBD itu sama dengan menggunakan dana rakyat. Jadi, ke depannya jangan sampai lagi hal seperti ini terjadi," harapnya.

    Diketahui sebelumnnya, bangunan pagar beton di lingkungan Radio H2FM dibangun pada Oktober 2017 lalu dengan nilai ratusan juta rupiah.[manan]


    • Komentar
    • Facebook Komentar

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Pagar Beton di Radio H2FM Dirobohkan, Kok Bisa...? Rating: 5 Reviewed By: Kabar Kalteng
    Scroll to Top