OTT Oknum ASN, Kejari Kapuas Naikkan Perkara ke Penyidikan

Print Friendly and PDF


KUALA KAPUAS - Setelah melakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap calon tersangka dan juga saksi-saksi yang ada, Kejaksaan Negeri Kapuas akhirnya menaikkan status perkara Operasi tangkap tangan (OTT) terhadap seorang oknum apartur sipil negara (ASN) yang terjaring OTT pada Rabu (26/9/2018).

Kepala Kejari Kapuas melalui Kasi Pidsus Syahrul Arif Hakim SH didampingi Kacabjari Palingkau, Martino AD Pardamean SH, Kamis (27/9/2018) sore mengatakan, oknum ASN DP diduga melakukan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pemerasan dalam jabatan.

"Perkara ini dinaikkan ke tingkat penyidikan, diduga melanggar pasal 12 huruf e, Undang-undang Tindak Pidana Korupsi, atas nama tersangka DP, SPMP selaku Plt Camat Kapuas Murung," beber Syahrul kepada sejumlah awak media, saat menggelar pers release di depan gedung Tipidsus, Jalan A Yani Kuala Kapuas.

Dalam pers rilis yang juga didampingi, Yunan Putra Firdaus SH MH, Kasi pengelolaan barbuk dan barang rampasan, dan Leo Simalangu SH Kasubsi penyidikan Tipidsus, Kejari Kapuas memperlihatkan barang bukti dalam perkara OTT tersebut berupa tiga buah handphone dan uang tunai pecahan lima puluh ribu dan seratus ribu dengan nilai kurang lebih Rp10 juta yang diamankan saat OTT.

Lebih lanjut, dikatakan Kasi Pidsus, sebelumnya Cabjari Palingkau telah menerima beberapa laporan terhadap tindakan oknum ASN tersebut.

"Bahkan ada surat pernyataan dari Kades-Kades di Kapuas Murung, keluhan terjadi sejak tahun lalu," ungkap Syahrul.

Selanjutnya, kata Kasi Pidsus, pihak Kejaksaan akan menahan tersangka di rumah tahanan Kapuas,

"Setelah dinyatakan dia sebagai tersangka, dalam penyidikan ini kami tahan selama 20 hari di Rutan Kapuas sampai dengan 16 Oktober 2018," pungkasnya.[tim/redaksi]


TAG