Manfaatkan Musim Kemarau, Warga Desa Hambawang Cari Kerang Tiram di Dasar Sungai

Print Friendly and PDF


PULANG PISAU - Warga desa Sei Hambawang, Kecamatan Sebangau Kuala, Kabupaten Pulang Pisau yang moyoritas mata pencahariannya sebagai nelayan, setiap tahunnya yakni saat musim kemarau tiba, masyarakat setempat tengah melakukan aktivitas di tengah aliran sungai Hambawang untuk mencari kerang tiram.

Seperti yang dilakukan mereka pada musim kemarau tahun ini, mereka rela menyelam ke dasar sungai untuk mendapatkan kerang tiram (biasa warga setempat menyebutnya) di sepanjang aliran sungai Hambawang.

"Setiap musim kemarau kami manfaatkan untuk mencari kerang/tiram di sepanjang aliran sungai ini untuk menambah-nambah penghasilan," ucap salah satu warga desa setempat, Rudi, kepada wartawan media ini, Minggu (16/9/2018).

Mencari kerang tiram ini, menurut Rudi, gampang-gampang susah. Pasalnya selain harus bercebur juga harus  menyelam ke dasar sungai dengan kondisi air asin dan ditambah banyaknya ular laut yang masuk di aliran sungai Hambawang.

"Karena mencari kerang ini sifatnya tahunan, maka kami gunakan dengan semaksimal mungkin meski ada risiko yang tiba-tiba saja bisa mengancam nyawa kita, salah satunya ular laut atau ular blirang biasanya kami sebut," ujar Rudi menjelaskan

Lanjut Rudi, moment tahunan ini terpaksa kami manfaatkan sebaik mungkin, mengingat hasil laut saat ini sangat berkurang drastis. Jadi, dengan mencari kerang tiram ini akan membantu sedikit penghasilan untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

"Dulu kami melaut satu harinya bisa mencapai 2-3 ton. Namun sekarang paling dapat 10-20 kilo perharinya, bahkan kadang-kadang ada yang tidak membuahkan hasil apa-apa sedangkan harga minyak semakin melambung. Untuk kerang tiram ini perkilonya kitaran 30 ribu saja, tapi itu adanya saat musim kemarau saja," terangnya.

Sementara juga dikatakan anak berusia 12 tahun duduk di bangku SMP kelas 2 di desa setempat Ferdi, dirinya dalam beberapa tahun ini mulai ikut mencari kerang tiram, guna membantu orang tua.

"Saya sering ikut mencari kerang tiram ini biasanya sama orang tua dan teman-teman seumuran saya. Lumayan hasilnya buat bantu orang tua dan buat jajan sekolah serta kalau kerangnya banyak dapat buat dimakan," ucapnya dilokasi ia mencari kerang tiram.

Sementara Kades Desa Hambawang, H Ising menuturkan, masyarakat Desa Hambawang yang mata pencaharian mereka dibidang kelautan (tangkap ikan), namun dalam beberapa tahun terakhir ini tangkapan mereka sangat menurun dengan drastis. Tidak tahu pasti penyebabnya, namun dugaan daat ini kemungkinan dari limbah perusahan yang saat ini tengah beroperasi di wilayah mereka.

"Memang kami belum tahu persis apa penyebab hasil tangkapan tiba-tiba turun dengan drastis. Tapi dari bukti lapangan melihat saluran pembuangan limbah perusahaan langsung mengarahke permukaan sungai Hambawang yang langsung berhadapan dengan laut lepas (laut jawa). Karena sampel nya masih belum ada, maka kami hanya menduga," ungkap H Ising kepada media ini menceritakan.

Misal itu nantinya memang benar akibat daripada limbah perusahaan, lanjut H Ising, dirinya berharap baik pihak perusahaan maupun pihak terkait lainnya dalam hal ini agar dapat memperhatikan lingkungan sekitar.

"Apabila nantinya hasil sampel mengandung limbah perusahaan, maka bisa dipastikan penghasilan para nelayan turun dengan signifikan akibat dari limbah dimaksud. Sekarang banyak warga yang putus asa akibat tidak bisa mendapatkan penghasilan yang maksimal saat melaut. Dari itu kami sangat berharap kepada pemerintah untuk bisa memberikan solusi yang lebih baik terhadap kondisi alam di wilayah desa kami ini," pungkasnya.[manan]


loading...
TAG