Kejari Kapuas Tetapkan Tersangka OTT, Begini Kronologisnya...!

Print Friendly and PDF


KUALA KAPUAS - Kejari Kapuas melalui Kasi Pidana Khusus, Syahrul Arif Hakim SH MH, didampingi Kacabjari Palingkau, Kamis (27/9/2018) mengungkapkan status hukum perkara pada operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan tim Kejari Kapuas bersama Cabjari Palingkau, Rabu (26/9/2018) lalu.

Menurutnya, setelah melakukan  pemerikasaan lebih lanjut lanjut dan  pendalaman pihaknya menaikan status perkara ketingkat penyidikan dan menetapkan seorang oknum ASN menjadi tersangka.

Sebelumnya, Kacabjari Palingkau, Martino AD Pardamean SH mengatakan, kronologis OTT itu sendiri berawal adanya postingan pada media sosial facebook (fb) di akun Ckn Palingkau, bahwa adanya dugaan indikasi tindak pidana korupsi (Tipikor) pada salah satu oknum kepala desa (Kades) di kecamatan setempat.

Kacabjari Palingkau, Martino AD Pardamean SH, Rabu (26/9/2018) malam membeberkan hal itu saat mendampingi Kasi Intelejen Kejari Kapuas menyampaikan press release kepada sejumlah awak media, di Kantor Kejaksaan, Jalan A Yani Kuala Kapuas.

"Selasa 25 September sekitar pukul 15.00 WIB, tim melihat salah satu kepala desa di Kecamatan Kapuas Murung, keluar dari kantor kecamatan Kapuas Murung," papar Martino.

Pada Rabu, 26 September 2018, lanjutnya tim Cabjari yang sedang makan di pasar Palingkau melihat oknum Kades tersebut menuju bank BRI unit setempat. Merasa curiga pihaknya pun mengambil inisiatif membututi oknum Kades tadi.

"Kami ikuti ternyata yang bersangkutan ke kantor kecamatan, kemudian oknum itu melanjutkan perjalanannya menuju Kapuas, setelah sampai di Kapuas Kades tersebut menuju dan masuk ke salah satu hotel," paparnya.

Setelah itu, lanjutnya, berselang tidak lama datang seorang oknum ASN eselon III menuju hotel itu yang diduga untuk melakukan pertemuan dengan oknum Kades yang diikuti.

"Kemudian oknum ASN tersebut keluar dari hotel, menyebrang jalan dengan membawa amplop coklat," ungkap Martino.

Tim kejaksaan, sambungnya, bergerak menghampiri, lalu menanyakan apa isi amplop tersebut. Oknum ASN itu gugup serta tidak bisa menjelaskan. Pihaknya pun segera mengamankan dengan  membawa oknum ASN ke Kejari Kapuas.

"Setelah kita buka (amplop) ternyata banyak pecahan uang lima puluh ribuan dan seratus ribuan,"  pungkasnya.

Hingga sampai dengan Kamis, (27/9/2018) pihak Kejaksaan telah menaikan perkara OTT tersebut ke tingkat penyidikan.[tim/redaksi]


TAG