Ungkap Penyalahgunaan Narkoba, Satu Minggu Polisi Tangani 21 Kasus

Print Friendly and PDF


PALANGKA RAYA - Hanya dalam kurun waktu satu minggu, yakni 21 hingga 27 September 2018, Jajaran Kepolisian di bawah komando Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Kalimantan Tengah, berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan dan peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang yang cukup besar.

Sedikitnya 21 kasus dengan 25 orang tersangka, serta barang bukti sebanyak 36,61 gram sabu dan 5.016 butir Seledryl serta uang tunai sebesar Rp12 juta lebih hasil transaksi barang haram tersebut, berhasil diamankan oleh jajaran Kepolisian di tujuh wilayah berbeda di Kalteng, yakni Kota Palangka Raya tujuh kasus dengan sepuluh orang tersangka, ditangani oleh pihak Ditreskrim Polda dan Polres Kota Palangka Raya.

Kemudian satu kasus di Kabupaten Barito Timur, satu kasus di Barito Selatan dan dua kasus di Kabupaten Barito Utara. Selanjutnya, adalah di Kotawaringin Timur sebanyak empat kasus, Seruyan dua kasus dan terakhir adalah di Kotawiringin Barat sebanyak empat kasus.

Pengungkapan 21 kasus itu sendiri, dikatakan oleh Kapolda Kalteng, Irjen Pol Drs Anang Revandoko, melalui Ditresnarkoba, Kombes Pol Agustinus Supriadi SIK, merupakan bukti kerja keras dan keseriusan aparat Kepolisian dalam berperang melawan Narkoba.

"Kita serius menyatakan perang terhadap narkoba dan obat-obatan terlarang," ucap Kapolda, dalam penyampaian laporan hasil operasi pemberantasan narkoba di seluruh daerah se-Kalteng, Kamis (27/9/2018).

Selanjutnya, Agustinus mengimbau kepada seluruh masyarakat di Kalteng, agar bekerjasama dengan aparat Kepolisian turut serta mengajak semua kenalan dan kerabat mereka, untuk menjauhi dan menghindari diri dari narkoba dan obat-obatan terlarang.

"Kita imbau kepada seluruh masyarakat Kalteng, untuk aktif dalam peran serta mensosialisasikan tentang bahaya narkoba, terutama kepada kaulah muda, kerabat dan kenalan masing-masing, agar di Kalteng ini bisa terbebas dari peredaran barang haram tersebut," imbau Perwira Polisi berpangkat tiga melati tersebut.[tampetu]


TAG