Gelar Musda II, Edvin Mandala akan Bentuk Barisan Pertahanan Adat Dayak

Print Friendly and PDF


PULANG PISAU - Pengurus Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Pulang Pisau, menggelar Musyawarah Daerah (Musda) II bertempat di Eks Kantor Bupati, Jalan Oberlin Metar, Kota Pulang Pisau, Rabu (5/9/2018).

Hadir pada kesempatan itu, Perwakilan DAD Provinsi Kalteng, Barthel B Usin, Pj Bupati yang diwakilkan Asistent I Setda Pulpis, Susilo Tamin, Ketua DPRD Pulpis, H Maruadi, Forkopimda, Damang se-kabupaten Pulang Pisau dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Pulang Pisau, Edvin Mandala, mengatakan dilaksanakan materi Musda ke-II ini, guna memantapkan lagi program DAD yang berkelanjutan dan memantapkan struktur ke lembagaan kedepannya.

"Musda kali ini untuk menyusun program-program di periode 2018-2023. Musda ini juga guna menyampaikan pertanggungjawaban pengurus pada periode sebelumnya serta menetapkan keputusan lainnya berkaitan dengan aturan DAD itu sendiri," ucap Edvin Mandala, kepada sejumlah awak media, Rabu (5/9/2018).

Pada kesempatan itu, ia juga mengatakan dalam rangkaian Musda ke-II kali ini akan diadakan rekomendasi sesuai permintaan jajaran kelembagaan DAD mulai tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi sampai pusat terkait tindaklanjut beberapa program dari masing-masing bidang.

Dari itu, lanjut Edvin, program selanjutnya DAD Kabupaten Pulang Pisau akan fokus memperkuat kelembagaan. Karena, menurutnya, organisasi bisa kuat apabila bisa menekankan Sumber Daya dan pengurus yang kuat.

"Intinya pada program sepanjutnya kita akan memperkuat kelembagaan dulu. Nanti kita juga akan membentuk barisan pertahanan adat dayak di setiap kecamatan yang ada di Wilayah Kabupaten Pulang Pisau ini, terutama desa yang langsung bersentuhan dengan perusahan-perusahan besar sawit atau PBS," ungkapnya.

Karena, tambah Edvin Mandala, banyaknya masih PBS yang terkesan semena-mena dalam operasionalnya. Seperti, mengklaim, mencaplok tanah masyarakat.

"Kita harapkan PBS di Pulpis ini jangan gegabah, kerena terindikasinya banyak lahan atau tanah masyarakat nyata-nyata sudah ditanami kebun karet malah masuk dalam kawasan perusahan. Hal itu tentunya sangat merugikan masyakat, dan ini salah satu yang akan kami  pertahankan dan perjuangkan," tuturnya menerangkan.

Ia juga berharap, Musda ke-II ini kembali membawa semangat persatuan dan kesatuan dalam balutan NKRI dan Falsafah Huma Betang.

“Diharapkan Musda ini, kita gelorakan semangat persatuan dan kesatuan antar sesama, terkhusus persatuan dayak untuk memantapkan peran strategis masyarakat adat dayak dalam mempercepat pembangunan di Pulpis," pungkasnya.[manan]


TAG