Ekspor Perikanan di Kalteng Masih Kurang

Print Friendly and PDF


PALANGKA RAYA - Salah satu upaya pemerintah untuk memaksimalkan ekspor impor dengan melakukan pelatihan profesi serta manajerial ekspor dan impor, Rabu (19/9/2018).

Ini seperti pelatihan yang terdiri dari perwakilan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) serta perusahaan yang ada di Kota Palangka Raya. Hadir dalam pelatihan ini Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi maupun Kota untuk saling bersinergi dalam peningkatan kualitas ekspor dan impor.

Kepala Bidang Ekspor Impor sekaligus Ketua Pelaksana, Adi Soeseno menyampaikan, pelatihan ini dilakukan rutin setiap tahunnya guna meningkatkan kualitas ekspor impor perlu lebih dimaksimalkan kembali untuk memberikan kualitas yang baik.

"Diakui pada saat ini kualitas ekspor daerah masih belum cukup memuaskan dikarenakan kualitas yang belum sesuai standar ekspor serta masih tergolong sama setiap tahunnya tanpa ada perubahan serta penambahan produk ekspor," ucapnya.

Sementara itu, Plh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kalteng, Melati Fauziah mengatakan, ekspor bidang perikanan masih tergolong kurang karena kualitas yang diberikan masih belum sesuai dengan standar ekspor, apabila ekspor dan impor ini dapat dilakukan dengan baik dan maksimal maka akan memaksimalkan pendapatan.

Ia menambahkan, perlu adanya perubahan terkait bahan ekspor karena menurut Melati Fauziah bahan ekspor yang diberikan masih tergolong itu-itu saja, tidak ada perubahan maupun penambahan kreasi bahan ekspor.

"Perusahaan dan UKM yang melakukan ekspor diharapkan dapat memahami melakukan perizinan sesuai SOP yang berlaku agar pemberian izin dapat dilakukan dengan baik serta meminimalisir permasalahan izin ekspor impor," pungkasnya.[farizal]


TAG