DPUPR Pastikan Tujuh Paket Proyek Multiyears Capai Target

Print Friendly and PDF


BUNTOK - Dinas Pekerjaan Umun dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Barito Selatan, optimis bahwa tujuh paket proyek multiyears di Bumi Dahani Dahanai Tuntung Tulus terus berjalan dan mencapai target seperti yang telah ditentukan, yakni sebesar 35 persen di tahun 2018.

Kepastian mengenai telah mulai dilaksanakannya tahapan pekerjaan proyek multiyears di Barsel ini, disampaikan oleh Kepala DPUPR Barsel, Agus In'yulius ST MT, kepada KabarKalteng di kantornya, Rabu (19/9/208).

"Pekerjaan itu (multiyears), kan sudah jalan dan kita optimis dapat mencapai target sebesar 35 persen tahun ini," ucapnya.

Target pencapaian sebesar 35 persen itu sendiri, dijelaskan oleh Agus, merupakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam pelaksanaan proyek tahun jamak, yang dalam hal ini di Barsel menargetkan bahwa ketujuh paket tersebut akan rampung dalam masa waktu tiga tahun hingga tahun 2020 mendatang.

"Kan sesuai aturan proyek tahun jamak, setiap tahun besaran capaian targetnya berbeda-beda, apalagi untuk yang di Barsel rencananya baru rampung dalam tiga tahun, jadi targetnya 35 persen tahun pertama, 75 persen tahun kedua dan 100 persen di tahun terakhir," urainya.

Terkait dengan adanya pertanyaan oleh DPRD Barsel, tentang keterlambatan pelaksanaan proyek tersebut, pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilaksanakan di Kantor DPRD Barsel, Selasa (18/9/2018).

Hal tersebut, menurut Agus, merupakan sebuah bentuk kesalahan pemahaman saja tentang perbedaan antara proyek reguler dan proyek tahun jamak.

Dalam pelaksanaan proyek reguler yang tenggang waktunya pendek dan skala pekerjaan lebih kecil, secara teknis tahapan-tahapan pekerjaan akan lebih cepat. Sedangkan untuk proyek tahun jamak yang skala pekerjaannya lebih besar, membutuhkan waktu lebih panjang.

"Ada perbedaan antara proyek reguler dengan proyek tahun jamak, yang pasti multiyears skalanya lebih besar dan membutuhkan tahapan pekerjaan yang lebih banyak dang panjang," tukasnya.

Lebih lanjut, diterangkan oleh Agus, pekerjaan proyek multiyears di Barsel untuk tahun pertama ini, sudah berjalan namun karena sesuai dengan kontrak kesepakatan dengan pihak kontraktor, dalam waktu dua sampai tiga bulan adalah untuk melakukan persiapan, walaupun pihak DPUPR juga sudah melayangkan surat teguran kepada pihak kontraktor, untuk segera melakukan percepatan pekerjaan.

Dijabarkan Agus, dalam persiapan tersebut, ada yang namanya mobilisasi alat, mobilisasi tenaga kerja, pembuatan _Direksi Keet_ dan yang paling utama adalah pengukuran lahan pekerjaan.

Untuk pengukuran itu sendiri, diakui Agus, pihaknya harus lebih hati-hati, karena hal tersebut bersinggungan langsung dengan masyarakat pemilik tanah, meskipun sudah dipastikan oleh pihak Pemerintah Kecamatan dan Desa setempat, bahwa semua tanah yang terkena jalur pelebaran jalan, sudah dihibah oleh pemiliknya masing-masing.

"Karena rencananya badan jalan akan diperlebar, maka dipastikan akan memakan tanah masyarakat di kiri dan kanan jalan, maka dari itu pengukuran juga harus sambil memastikan bahwa tanah-tanah yang diberi oleh pihak Kecamatan dan Desa, sudah benar-benar dihibah oleh pemiliknya. Kan kita tidak mau bersinggungan dengan masyarakat, apalagi sampai itu jadi kendala pekerjaan nantinya," terang Agus.

Meskipun begitu, dirinya sangat mengapresiasi DPRD Barsel karena telah melakukan RDP, sebab dengan begitu menurut Agus, banyak masukan-masukan yang diterima oleh DPUPR sebagai bahan untuk percepatan pelaksanaan pekerjaan.

"Kita sangat berterima kasih kepada DPRD, karena dengan adanya RDP kemarin, jadi banyak masukan yang kita terima," pungkasnya.[tampetu]


TAG