Ditetapkan KLB, Cabjari Palingkau Dukung Imunisasi Vaksin MR

Print Friendly and PDF


KUALA KAPUAS - Pasca ditetapkannya Kejadian Luar Biasa (KLB) campak dan rubela (MR) di Kabupaten Kapuas, Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Palingkau mendukung imunisasi vaksin MR terhadap Balita.

Ini dinilai penting sebagai upaya pencegahan penularan. Terakhir terdata sekitar 45 orang. Kegiatan imunisasi vaksin MR dilaksanakan di kantor Cabjari Palingkau langsung oleh pihak UPTD Puskesmas Palingkau.

Menurut Kacabjari Palingkau, Martino Manalu, Kamis (13/9/2018), kegiatan tersebut diadakan dalam rangka menyukseskan program pemerintah untuk melindungi anak dan keluarga kita dari bahaya campak dan rubella.

Terlebih, sambungnya, saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa atau KLB terhadap campak dan rubella, setelah sebelumnya 17 anak dilaporkan  diduga terserang penyakit tersebut dan terakhir hingga 12 September 2018  ditemukan 45 penderita.

Pada kegiatan itu, pihak Cabjari Palingkau mengajak segenap warga masyarakat yang berdomisili di sekitar  kantor Cabjari Palingkau untuk turut serta mendukung program pemerintah dalam imunisasi MR itu, dengan cara membawa bayi dan balita mereka yang belum divaksin agar segera diimunisasi.

"Warga cukup antusias, itu terlihat dari cukup banyaknya bayi dan balita yang datang bersama ibu mereka ke kantor Cabjari Palingkau untuk mendapatkan vaksin MR," ujar Martino Manalu.

Menurutnya, Cabjari Palingkau adalah milik seluruh warga masyarakat, jadi pihaknya wajib menyediakan waktu dan tempat di kantor Cabjari Palingkau untuk melayani masyarakat. Apalagi dapat memudahkan warga masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan vaksin MR, sehingga warga masyarakat tidak perlu pergi jauh-jauh ke puskesmas dan tidak perlu meninggalkan rumah terlalu lama.

"Jadi warga masyarakat khususnya ibu-ibu dan anak-anaknya dapat menghemat waktu dan tenaga," imbuhnya.

Seperti diketahui bersama bahwa vaksin MR sangat bermanfaat dan program Imunisasi MR (Measless dan Rubella) ini pun menjadi program pemerintah untuk mewujudkan eliminasi campak dan mengendalikan penyakit rubella serta kecacatan bawaan akibat rubella (congenital rubella syndrome) untuk Indonesia pada 2020.

Imunisasi MR ini diberikan kepada anak untuk melindunginya dari penyakit kelainan bawaan, seperti gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, kelainan jantung dan retardasi mental yang disebabkan adanya infeksi rubella pada saat kehamilan.[zulkifli]


TAG