• Latest News

    Kamis, 06 September 2018

    Dibangun 2017, Diduga Pagar Beton Miring dan Retak Akibat Kesalahan Perencanaan


    PULANG PISAU - Diduga akibat kesalahan perencanaan awal pada pembangunan pagar beton yang dibangun pada tahun Oktober 2017 lalu, menggunakan dana APBD di lokasi Radio H2FM milik Pemerintah Daerah (Pemda) Pulang Pisau itu, menuai kritikan dari anggota DPRD Pulang Pisau dan warga kabupaten setempat.

    Kali ini kritikan datang dari anggota DPRD Pulpis dari fraksi Gerindra, H Johansyah, terkait kondisi bangunan pagar beton di Radio H2FM yang kondisinya sudah miring dan retak-retak.

    "Dugaan kita, bangunan itu ada kesalahan diperencanan awal. Bisa saja konsultan pelaksananya gegabah, sehingga tidak melihat struktur tanah di area tidak baik atau kurang kuat pondasinya atau campuran bahannya tidak sesuai standar mutu, makanya kurang kokoh," ujarnya kepada media ini, Kamis (6/9/2018).

    Selain hal itu, menurut Bang Jo, pagar beton tersebut bisa saja dikerjakan serampangan dengan pengawasan yang kurang, serta bisa juga waktu pengerjaan sudah mepet akhir tahun.

    "Banyak sebenarnya faktor yang menyebabkan kualitas pekerjaan itu kurang baik bahkan tidak baik. Iyaaa tadi salah satunya, dikerjakan asal-asalan, tidak diawasi dengan baik dan lain sebagainya," ungkapnya menjelaskan.

    Dari itu, dirinya sangat berharap kedepannya agar semua yang terlibat dalam pengerjaan sebuah proyek supaya bisa menjaga kualitas dari pekerjaan tersebut. Seperti Kepala SOPD, PPTK, Konsultan perencana dan pihak pelaksana, harus benar-benar serius untuk menjaga kualitas pekerjaan yang hendak dikerjakan.

    "Kepada organisasi atau asosiasi pengusaha juga kiranya selalu mengevaluasi kinerja dari anggotanya. Misal kepada rekanan yang terbilang nakal supaya bisa diberi sanksi tegas," pungkasnya.

    Sementara salah satu warga asli Pulang Pisau, Fadil, yang mana sebelumnya juga telah menyampaikan kritikannya melalui media ini.

    Kali ini, ia juga kembali mengingatkan  kepada seluruh pihak terkait agar kedepannya benar-benar dalam melaksanakan pekerjaan, apalagi pekerjaan yang sifatnya menggunakan dana APBD.

    "Intinya kita selaku warga asli Pulpis tidak mau pembangunan yang menggunakan anggaran daerah dikerjakan dengan kesan asal-asalan. Apa saja kegiatannya, harus sesuai lah," tukasnya berharap.

    Sementara, Kabag Umum, Daryatno, saat dimintai keterangan terkait penyebab miringnya pagar beton yang menghabiskan dana ratusan juta itu mengatakan, pihaknya belum berani memastikan penyebab kemiringan bangunan pagar tersebut.

    Namun, menurut Daryatno secara kasat mata kemiringan bangunan pagar itu diakibatkan struktur tanah yang mengalami pengikisan.

    "Secara pasti kita belum bisa memberikan keterangan jelas penyebab miringnya pagar itu. Tapi mungkin akibat pengikisan tanah disamping pondasi pagar, karena disampingnya ada parit. Nanti kita koordinasikan lagi dengan pihak teknisi, karena sampai saat ini pihaknya masih belum dapat dihubungi," ujar Daryatno menyampaikan kepada wartawan media ini, Kamis (6/9/2018).[manan]


    • Komentar
    • Facebook Komentar

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Dibangun 2017, Diduga Pagar Beton Miring dan Retak Akibat Kesalahan Perencanaan Rating: 5 Reviewed By: Kabar Kalteng
    Scroll to Top