• Latest News

    Senin, 10 September 2018

    Diamankan Polisi, Ternyata Ini Ujaran Kebencian yang Disebarkan AS


    PALANGKA RAYA - Tim Reskrimsus Siber Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Kalimantan Tengah berhasil meringkus AS (35), pemuda asal Jalan D.I Panjaitan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, lantaran menyebar ujaran kebencian melalui akun media sosial facebook. Apa saja sih postingan yang menyebabkan AS ditahan?

    Ditangkapnya AS Polda Kalteng, diungkapkan oleh Kapolda Kalteng, Irjen Pol Drs Anang Revandoko melalui Ditreskrimsus Kombes Pol Adex Yudiswan saat press conference di ruang rapat Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalteng, Senin (10/9/2018) pagi.

    Adex mengatakan, sebelumnya tim cyber crime Ditreskrimsus Polda Kalteng mendapat informasi dari cyber Mabes Polri di Jakarta jika pelaku AS sudah tujuh kali memposting dugaan ujaran kebencian yang isinya menyatakan perasaan kebencian terhadap kekuasaan umum dan pemerintah Indonesia.

    "Sedikitnya, ada tujuh postingan menyerang Pemerintahan dengan berisikan konten dugaan ujaran kebencian yang dibuat oleh pelaku, yakni tertanggal 12 Agustus, 14 Agustus, 15 Agustus, 20 Agustus, 25 Agustus, 31 Agustus dan terakhir tanggal 1 September 2018," beber Adex.

    Dua contoh postingan AS, yang paling menyolok menyatakan kebencian kepada pemerintah. Adalah yang pertama pada tanggal 12 Agustus 2018, di mana pelaku menyatakan bahwa pemerintah Indonesia yang berkuasa sekarang harus diganti.

    "Lanjutkan dua periode agar NKRI hancur lebur, #2019GANTIpresiden," tulisnya.

    Kemudian dilanjutkan dengan rangkaian tulisan-tulisan lainnya, hingga yang paling menyolok yakni pada tanggal 25 Agustus 2018. Di sini pelaku memposting gambar capture yang menunjukan salah satu kader Parpol pendukung Pemerintah, ditangkap lantaran kasus kepemilikan narkoba dan di dalam gambar tersebut juga terdapat tulisan bahwa seakan-akan salah satu stasiun televisi nasional, sengaja tidak menayangkan berita tersebut dikarenakan pro pemerintah. Pada bagian atas gambar itu, pelaku membubuhkan caption yang membenarkan tulisan pada gambar tersebut.

    "Seandainya dari PKS pihak sebelah pasti full menggorengnya siang-malam sampai Pemilu 2019, mereka akan ramai2 mencaci dan menggongong pks, tapi sayang ini dari partai penista agama jadi adem ayem aja gak menarik," caption AS.


    Sementara itu, pasca ditangkapnya AS oleh pihak Polda Kalteng, Sabtu (1/9/2018), beredar surat terbuka yang mengatas namakan tim Pengacara (Advokat) Rudi Agus Susanto SH dan rekan, yang menyatakan keberatan terhadap ditangkapnya AS oleh Kepolisian.

    Di dalam surat tersebut, ada lima poin alasan yang disampaikan oleh pihak pengacara, yakni menyatakan bahwa AS merupakan orang baik dan tidak mungkin melakukan hal yang tercela seperti yang ditudingkan pihak berwajib, apa yang dilakukan oleh AS adalah hanyalah semata-mata karena khilaf, pihak pengacara menyayangkan bahwa banyaknya pemberitaan yang mengait-ngaitkan permasalahan yang menimpa pelaku dengan Parpol tertentu, pihak pengacara juga menyayangkan statement salah satu oknum di dalam pemberitaan media yang dianggap mereka masih terlalu prematur dan yang terakhir pihak pengacara juga menyayangkan bahwa banyaknya pemberitaan di media yang ditayangkan namun tidak mengkonfirmasi kebenarannya dengan pihak pelaku ataupun pengacara pelaku.

    Akibat dari perbuatannya tersebut, AS yang saat ini ditahan oleh pihak Polda Kalteng, terancam akan terjerat pasal 45 A ayat (2) UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE Jo pasal 28 ayat (2) UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.[abimanyu/deni]


    • Komentar
    • Facebook Komentar

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Diamankan Polisi, Ternyata Ini Ujaran Kebencian yang Disebarkan AS Rating: 5 Reviewed By: Kabar Kalteng
    Scroll to Top