Cegah Paham Radikalisme, KNPI Pulpis Gelar Dialog Kebangsaan

Print Friendly and PDF


PULANG PISAU - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pulang Pisau menggelar acara dialog kebangsaan, yang berlangsung di Eks Kantor Bupati, Jalan Oberlin Metar, Kota Pulang Pisau, Senin (27/9/2018).

Dialog kebangsaan bertema "Melalui kearifan lokal kita perkuat Nasionalisme dalam bingkai NKRI" ini dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemkab Pulang Pisau, Susilo I Tamin.

Hadir selaku narasumber Danramil 1116, Kapten Yulius, Wakapolres Kompol Endro Ariwibowo, SIK dan Anggota DPRD Pulpis Tandean Indra Bella, dengan Moderator alumnus S2 Sastra di UGM, Dian Zahro.

Selain itu peserta kegiatan dihadiri oleh Ketua PWI Pulpis, I Nyoman Weda, Ketua Karang Taruna Pulpis, Adi Waskito, Sekretaris Camat Kahlir, Kardipura, Damang Kahlir, Darius A Kung, Perwakilan GP Ansor Pulpis, GMKI, mahasiswa UMP, pelajar tingkat SLTA/Sederajat dan sahabat relawan sosial serta sejumlah tamu undangan lainnya.

"Jumlah peserta dalam dialog kebangsaan ini sedikiy 70 orang dari berbagai kalangan," ucap Sekretaris KNPI Pulpis, Dedy Sanjaya mengabarkan kepada sejumlah awak media, Kamis (27/9/2018).

Menurut Dedy, tujuan kegiatan tersebut guna menumbuhkan semangat NKRI dalam konteks kearifan lokal melalui budaya Dialog.

"Karena sekarang banyak isu-isu yang dapat mengganggu stabilitas keamanan NKRI, diantaranya faham radikal dan sebagainya. Dari itu, dengan adanya acara ini dapat memberikan masukan yang baik kepada para pemuda sebagai generasi penerus bangsa ini," katanya.

Acara ini juga sekaligus dalam rangkaian peringatan Hari Kesaktian Pancasila. " acara ini inisiatif dari seluruh pengurus KNPI Pulpis, guna menumbuhkembangkan kembali rasa nasionalisme di jiwa kita," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua KNPI Pulang Pisau Bahrianoor menjelaskan jika peranan pemuda dianggap cukup besar dalam ikut menjaga terciptanya suasana yang sejuk dan aman di Pulang Pisau.

Meski saat ini paham-paham radikal serta pengaruh berita - berita hoax dianggap berpotensi merasuki kalangan muda. Namun dirinya optimis, dengan pemahaman yang baik akan Pancasila, maka semua ancaman bisa di lawan.

"Karena itu itulah KNPI sebagai organisasi berbasis pemuda, siap melakukan upaya- upaya nyata dalam memerangi paham radikalisme dan intoleran yang hendak masuk ke daerah berjuluk Bumi Handep Hapakat ini," ucapnya.[manan]


TAG