Bersenpi, Maling Sarang Walet Dikepung Warga


SAMPIT - Desa Patai Kecamatan Cempaga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) digegerkan dengan ulah komplotan pencurian sarang walet yang beraksi mencuri sarang walet milik H Hasan yang terletak di RT 2 Desa Patai Kecamatan Cempaga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rabu (26/9/2018) sekitar pukul 02.00 WIB.

Sampai dengan pukul 08.00 WIB ini, dua pelaku masih terkurung di dalam bangunan dan dikepung ratusan warga bersama anggota Polsek Cempaga yang di pimpin langsung Iptu Syaifullah Kapolsek cempaga.

Namun karena pelaku bersenjata api (senpi) mengakibatkan upaya proses penangkapan sampai saat ini terus berjalan.

Kepala Desa (Kades) Patai, Pardi mengatakan, para pelaku ini beraksi awalnya berjumlah lima orang menggunakan mobil. Dari kelima pelaku ini, tiga berada di dalam mobil menunggu, sedangkan dua lainnya masuk ke dalam bangunan beraksi mencuri sarang walet.

"Saat keduanya ini beraksi, pemilik bangunan walet H Hasan mendengar ada suara mencurigakan dari dalam bangunan seperti ada aksi pencurian sekitar pukul 01.00 WIB. Pemilik langsung melaporkan ke kita melalui via telpon seluler (ponsel). Setelah itu sekitar pukul 02.30 WIB, kita membangunkan warga untuk mendatangi lokasi,"ungkap Pardi.

Pardi melanjutkan, warga kumpul kemudian mendatangi lokasi. Melihat warga berdatangan, tiga pelaku yang berada di mobil langsung melarikan diri. Sementara dua pelaku lainnya yang berada di dalam bangunan sampai saat ini posisinya masih terkurung di dalam bangunan karena telah dikepung warga dan anggota Polsek Cempaga yang telah dihubungi.

"Warga tidak berani langsung masuk menangkap ke dua pelaku, karena saat hendak masuk ke dalam bangunan, salah seorang pelaku sempat mengeluarkan bunyi tembakan senjata api. Karena itu saat ini upaya mediasi terus dilakukan polisi dan warga agar pelaku bersedia menyerahkan diri," ujar Pardi.[abimanyu]


TAG