Awas...!!, Tak Diketahui Pemiliknya, Tanah Karhutla Otomatis Milik Negara

Print Friendly and PDF


PALANGKA RAYA - Tanah dan lahan yang terkena dampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), apabila tidak diakui oleh pemiliknya, maka secara otomatis akan diambil alih menjadi hak milik Negara.

Informasi tersebut, disampaikan oleh Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol Drs Anang Revandoko, melalui Dirkrimsus Polda, Kombes Pol Adex Yudiswan, seusai pelaksanaan penanda tanganan kesepakatan bersama (MoU) antara Polda Kalteng dengan Forkompinda dan Pemerintah Provinsi Kalteng, terkait penanganan, pencegahan dan penggunaan aplikasi Karhutla, di Mako Polda Kalteng, Rabu (19/8/2018).

Dikatakan oleh Adex, meskipun sudah ada aplikasi Karhutla yang digunakan secara online untuk memantau dan mengantisipasi kejadian Karhutla. Namun masalah yang sering ditemui, adalah lahan tempat kejadian karhutla acapkali tidak diketahui siapa pemiliknya.

Untuk itu, ditegaskan Adex, bahwa sebelum pemilik lahan tempat kejadian karhutla menyelesaikan urusan dengan pihak Kepolisian, maka lahan tersebut tidak boleh dipindah tangankan oleh siapapun, dan bahkan apabila memang tidak ada satupun warga masyarakat yang mengakui hak milik atas tanah tersebut, maka secara otomatis tanah dimaksud menjadi hak milik Negara.

"Dalam pencegahan dan penanganan karhutla, kendala utamanya adalah seringkali pemilik tanah tidak mengakui hak kepemilikan tanah tempat kejadian karhutla. Maka dari itu, tanah karhutla yang sudah dipasangi police line tidak boleh dipindah tangankan oleh siapapun sampai pemiliknya menyelesaikan semua urusan dengan pihak Kepolisian. Kalaupun nanti tanah tersebut tidak ada yang mengakui sebagai pemilik tanah tersebut, maka otomatis tanah itu jadi milik Negara," tegasnya.

Kegiatan yang digagas oleh Polda Kalteng tersebut, turut juga dihardiri oleh Plt Sekda Kalteng, Forkompinda Kalteng dan beberapa SOPD di Lingkungan Pemprov Kalteng.[tampetu/deni]


TAG