• Latest News

    Selasa, 28 Agustus 2018

    Tebar Ujaran Kebencian di Medsos, EN Diringkus Polda Kalteng


    PALANGKA RAYA - Akibat menulis kata-kata bermuatan ujaran kebencian di media sosial, seorang warga Jalan Cakra Buana Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) berinisial EN (32) terpaksa berurusan dengan hukum, Senin (27/8/2018).

    Pria berusia 32 tahun ini ditangkap petugas dari Direktorat Reserse Polda Kalteng lantaran dinilai menebar ujaran kebencian yang ditujukan pada beberapa institusi pemerintahan melalui akun facebook pribadinya.

    Dalam tulisan di facebook, pelaku bahkan mengancam institusi kepolisian dengan memposting kata-kata tidak senonoh, seperti akan meledakan Polda Riau serta kata-kata tidak senonoh kepada kepala negara.

    Kapolda Kalteng, Irjen Pol Drs Anang Revandoko melalui Wakapolda, Brigjen Pol Dr Rikwanto SH dalam keterangan pers di Aula VIP Room Lantai II Mapolda Kalteng, Selasa (28/08/2018) mengungkapkan, berdasar hasil patroli cyber crime oleh personel dari Ditreskrimsus, ditemukan adanya postingan ujaran kebencian.

    "Di sini kita temukan akun tersebut berupa akun facabook yang di situ tertulis profil atas nama Eric Sumber Asri, yaitu menyampaikan narasi dan gambar-gambar tidak senonoh, khususnya ditujukan ke pemerintahan," tandas Rikwanto.

    Untuk itu, orang nomor dua di Polda Kalteng ini mengingatkan kepada seluruh warga masyarakat untuk tidak berbuat melanggar hukum melalui sarana internet atau media sosial.

    "Kita imbau kepada warga Kalteng jangan lagi berbuat hal-hal seperti itu. Dalam dunia maya pasti meninggalkan jejak," pinta Jenderal Bintang Satu ini.

    Di tempat yang sama, Dirkrimsus Polda Kalteng, Kombes Pol Adex Yudiswan menuturkan, tim cyber crime Polda Kalteng bekerjasama dengan Mabes Polri. Sebagian besar data yang didapat juga dari cyber crime Mabes Polri yang dikembangkan di Polda Kalteng.

    "Yang bersangkutan jejak digitalnya di dunia maya sudah mulai upaya melakukan ujaran kebencian sejak sebelum Pemilukada Jakarta," tutur Adex.

    Adek menambahkan, unggahan tulisan pelaku di facebook yang mulai menjadi perhatian publik sejak 26 Agustus 2018, yakni akan meledakan Polda Riau, akan membunuh polisi, menggunakan kata-kata tidak senonoh kepada kepala negara dan kepada kepolisian.

    Untuk pengembangan lebih lanjut, pihak Polda Kalteng mengundang cyber crime dari Mabes Polri sebagai saksi ahli guna melengkapi berkas.

    "Saat ini masih proses kelengkapan berkas dan menyita barang bukti, salah satunya tulisan dari Al Islam di seputar Indonesia. Pelaku juga salah satu anggota HTI, pelaku kita kenakan UU ITE pasal 45 ayat 2, pasal 45 A ayat 2 dan pasal 45 ayat 4. ancaman kurungan 6 tahun penjara denda 1 milyar rupiah," tegas Adex.[abimanyu]


    • Komentar
    • Facebook Komentar

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Tebar Ujaran Kebencian di Medsos, EN Diringkus Polda Kalteng Rating: 5 Reviewed By: Kabar Kalteng
    Scroll to Top