Panen Raya di Desa Belanti Siam, Satu Hektar Hasilkan Sepuluh Ton Padi

Print Friendly and PDF


PULANG PISAU - Pejabat (Pj) Bupati Pulang Pisau, H Sunarti bersama Direktur Perluasan dan Perlindungan Lahan dari Kementan Indah Megahwati, Tenaga Ahli Kementan RI bidang Infrastuktur, Budi Indra Setiawan Senin (20/8/2018) menghadiri Panen Raya di Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau

Selain itu juga hadir dalan Panen raya tersebut Kepala Ketahan Pangan Kalteng, Sutrisno, Dandim 1011/ KLK Letkol Inf Akhmad Syaikhu, Ketua DPRD Pulpis, H Maruadi, Camat Pandih Batu, Apriansyah, sejumlah Kepala OPD Lingkup Pemkab Pulang Pisau.

Kedatangan rombongan disambut oleh warga Desa Belanti Siam, terutama para petani yang tergabung di KTNA dan Gapoktan serta masyarakat setempat.

Pj Bupati Pulang Pisau, H Sunarti mengatakan selama kurang lebih 23 tahun berada di Kalimantan Tengah (Kalteng) baru dua kali melihat hamparan sawah seluas ini, salah satunya yakni di Kabupaten Pulang Pisau.

"Saya secara pribadi mengapresiasi kepada pemerintah setempat karena telah berhasil menerapkan sistem padi organik di Desa Belanti Siam ini. Pulpis ini juga merupakan daerah di Kalteng sebagai penghasil padi terbesar kedua setelah Kapuas. 1 hektarnya di Belanti ini menghasilkan 10 ton padi/beras," ungkapnya.

Menurut H Sunarti, keberhasilan menerapkan lahan sawah menuju organik ini tentunya merupakan bentuk keberhasilan kita bersama dalam menuju kedaulatan pangan. Dimana lanjutnya, pemerintah baik pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten sudah berkomitmen dalam upaya mensejahterakan masyarakat, khususnya masyarakat petani.

"Kita harapkan stakeholder terkait dapat terus berperan aktif dalam upaya memberikan solusi dalam upaya memberikan kemajuan di bidang pertanian. Semoga mampu memenuhi target sesuai harapan kita bersama kedepannya yakni pada 2045 Indonesia menjadi lumbung padi dunia

Sementara Direktur Perluasan dan Perlindungan Lahan dari Kementan RI,  Indah Megahwati, turut mengapresiasi atas keberhasilan para petani di Kabupaten Pulpis ini dalam upaya menerapka padi organik.

"Saya juga baru pertama kali ini melihat hamparan padi yang begitu luas menguning. Apalagi ini padi organik, semoga hal ini dapat menjadi pemicu dan semangat bagi para petani organik di daerah lainnya.

Sementara juga, Tenaga Ahli Kementan RI bidang Infrastuktur, Budi Indra Setiawan, mengatakan bahwa pihaknya meminta kepada pihak terkait agar dapat menyiapkan proposal dalam waktu secepat-cepatnya. Sehingga dapat langsung kita ajukan ke Kementan RI, guna kelanjutan bantuan di bidang pertanian.

"Kita harapkann dalam waktu paling lambat dalam 2 sampai 3 bulan ini pihak terkait dapat membuat proposal untuk diajukan Kementan RI," ucapnya.[manan]


TAG