Iqbal: Para Orangtua dan Anak Jangan Takut Imunisasi MR

Print Friendly and PDF


BUNTOK - Koordinator P2M UPTD Puskesmas Bangkuang Kecamatan Karau Kuala Kabupaten Barito Selatan (Barsel) H Muhammad Iqbal Amd Kep, mengimbau kepada seluruh masyarakat Karau Kuala agar jangan takut dengan imunisasi Measles Rubella (MR). Imuniasasi MR sangat penting bagi anak dari usia 9 bulan hingga 15 tahun.

Pelaksanaan imuniasi MR digelar Agustus disekolah-sekolah dan bulan September di Puskesmas, Posyandu, Poskesdes di setiap desa.

"Yang ingin kita sampaikan adalah jangan lewatkan imunisasi MR ini karena penyakit Measles Rubella atau campak Rubella ini hanya bisa dicegah dengan imunisasi. Artinya, kalau tidak diberi imunisasi tidak akan kebal terhadap penyakit ini. Jangan takut untuk dapatkan imunisasi MR," ungkap Iqbal sapaan akrab Muhammad Iqbal kepada KabarKalteng, Selasa (7/8/2018).

Imunisasi Measles Rubella (MR) merupakan sebuah upaya untuk melindungi anak dari ancaman penyakit campak dan Rubella.

Oleh karena itu, imunisasi MR penting untuk diberikan kepada semua anak. Sayangnya, pemberian imunisasi MR tak selalu berjalan lancar karena sebagian anak merasa takut dengan jarum suntik.

Beragam ekspresi anak-anak yang menjalani imunisasi MR juga sempat menjadi viral di media sosial. Sebagian anak terlihat memberanikan diri, beberapa bersembunyi di bawah meja, bahkan ada anak yang memanjat langit-langit sekolah demi menghindari jarum suntik.

"Suasananya harus rileks dan pemuh keakraban," imbuhnya.

Iqbal menjelaskan setidaknya ada beberapa trik yang bisa dilakukan untuk membuat anak lebih tenang dan berani dalam menjalani imunisasi MR.

Kurangnya pemberitahuan dan informasi dapat menyebabkan anak menjadi kurang siap dalam menghadapi imunisasi MR. Akibatnya, sebagian anak merasa agak takut tiba-tiba ketika dihadapkan pada jarum suntik.

Untuk itu, pemberitahuan dan keterangan yang lengkap perlu diinformasikan kepada anak sebelum imunisasi MR.

"Penyampaian informasi ini tentunya harus disesuaikan dengan usia anak agar lebih mudah dimengerti. Diberi cerita dulu, dijelaskan kenapa harus vaksinasi, kemudian disuruh bertanya apa yang belum jelas," tandasnya.[kenedy]


TAG