• Latest News

    Kamis, 09 Agustus 2018

    BUMDes, salah satu Prioritas Dana Desa untuk Wujudkan Desa Mandiri


    BUNTOK – Kebanyakan Pemerintah Desa di Kabupaten Barito Selatan, dalam mengelola Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) masih terfokus untuk infrastruktur, ini bisa dimaklumi karena kebutuhan desa untuk bidang itu masih sangat besar.

    Hal ini menyebabkan salah satu prioritas desa yaitu BUMDes sebagai salah satu peluang usaha yang bisa dikembangkan oleh desa sebagai upaya memandirikan desa dalam meningkatkan pendapatan desa.

    Hal ini, diungkapkan oleh Camat Kecamatan Dusun Selatan, Mario Aan, kepada KabarKalteng beberapa waktu lalu.

    Selain pengelolaan ADD dan DD yang masih terfokus untuk infrastruktur, diakui Mario, kebanyakan Pemdes di Barsel, terutama di Kecamatan Dusun Selatan, masih ragu untuk menyertakan modal kepada BUMDes, penyebabnya adalah beberapa Kepala Desa mengakui sulit menemukan peluang usaha yang bisa cepat menghasilkan keuntungan.

    Hal itu terbukti, dari 24 desa di lingkup Kecamatan Dusun Selatan, proses pendirian BUMDes sebagian hanya sampai proses penyusunan Perdes tentang Pendirian BUMDes. Belum sampai pada tahap pembentukan unit usaha yang akan dijalankan.

    “Kebanyakan Pemdes terlalu takut untuk menyertakan modal mereka kepada BUMDes, sebab banyak dari mereka mengaku bingung dan susah mencari potensi peluang usaha yang cocok,” ungkapnya.

    Namun, sebenarnya menurut Mario, Pemdes tidak perlu takut untuk segera mengaktifkan BUMDes. Karena sebenarnya, banyak hal-hal sederhana yang bisa dijadikan peluang usaha bagi BUMDes, karena sebenarnya BUMDes merupakan badan usaha yang fleksibel dalam melaksanakan usaha. Dan yang terpenting adalah, BUMDes dalam melaksanakan usahanya harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat luas dan tidak mengganggu ataupun mematikan usaha masyarakat yang sudah berkembang baik.

    Contohnya, kata Mario, usaha yang bisa dilakukan oleh BUMDes, adalah usaha-usaha yang bentuknya mendukung usaha masyarakat lainnya. Semisal, apabila disuatu desa ada usaha masyarakat yang berkembang dan dilakukan oleh sebagian besar masyarakatnya, seperti di bidang peternakan, pertanian dan perikanan, BUMDes bisa hadir di sana, menjadi agen Saprodi, pakan ternak dan lainnya. Bisa juga, BUMDes sebagai wadah usaha yang mendukung masyarakat, dalam mengembangkan komoditi unggulan, seperti pembuatan pabrik sirup atau selai nenas parigi, atau lainnya.

    Bahkan, lanjut Mario lagi, dengan adanya pembagian desa berdasarkan karakter wilayah, yakni desa perlintasan dan desa non perlintasan, itu sebenarnya akan lebih memudahkan bagi pihak BUMDes untuk menemukan peluang usaha yang lebih baik, dan tidak saling menjatuhkan antara satu BUMDes dengan BUMDes lainnya. Perlu adanya indentifikasi jenis desa dan usaha kemasyarakatan, itu yang menjadi kunci keberhasilan BUMDes dalam pengembangan usaha mereka.

    Salah satu jenis usaha yang banyak diusulkan masyarakat sebagai usaha BUMDes adalah akses permodalan, yaitu unit simpan pinjam. Ini diperbolehkan, tetapi perlu pertimbangan dan evaluasi yang mendalam dari pihak Pemdes. Karena berkaca pada pengalaman terdahulu dimana banyaknya program program pemberdayaan dalam bentuk simpan pinjam yang tidak terkelola dengan baik.

    Menurut Mario, masih banyak cara agar BUMDes agar dapat segera diaktifkan, yakni dengan cara Pemdes ataupun pengurus BUMDes tidak boleh terpaku dengan peluang usaha yang ada di desa saja. Karena BUMDes merupakan badan usaha yang mobile, dan sangat diperbolehkan mencari dan mengembangkan usaha mereka di tempat lain, namun dengan catatan managemen usaha tetap dilakukan dari desa pemilik BUMDes.

    “Selain itu, setiap BUMDes dari beberapa desa, boleh-boleh saja kok bekerja bersama, baik secara modal maupun jenis usaha maupun tempat usaha yang sama dalam bentuk BUMdes Bersama, contohnya seperti Cafe 24D’sa di iring witu, itu salah satu unit usaha BUMDes Bersama modalnya merupakan milik BUMDes dari 24 desa se-Kecamatan Dusun Selatan, sebagai wadah usaha bersama” terangnya.

    Mengapa pentingnya BUMDes untuk segera aktif, Mario memberikan penjelasan, bahwa keuntungan besar suatu desa adalah ketika desanya memiliki usaha sendiri, yang bisa menjamin desa bersangkutan memiliki pendapatan sendiri. Hal ini, dijelaskannya, merupakan kredit poin tersendiri bagi desa, agar tidak selalu bergantung dengan dana dari pemerintah saja.

    “Kita tidak tahu, beberapa tahun kedepan apakah DD masih ada? Pemerintah akan selalu memperhatikan desa, hanya dengan pola dan konsep yang berbeda, dulu kita mengenal adanya program PNPM Mandiri, sekarang kita mengenal Program Dana Desa. Karena itu maka desa harus punya usaha sendiri sebagai sumber PADes sehingga desa tidak selalu harus bergantung dengan kebijakan anggaran pemerintah pusat yang setiap saat bisa di evaluasi dan berubah,” jelasnya.[tampetu]


    • Komentar
    • Facebook Komentar

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: BUMDes, salah satu Prioritas Dana Desa untuk Wujudkan Desa Mandiri Rating: 5 Reviewed By: Kabar Kalteng
    Scroll to Top