Jelang Indonesia Bebas Prostitusi 2019, Bisnis Esek-esek Merong bakal Ditutup

Print Friendly and PDF


MUARA TEWEH - Rencana pemerintah untuk menutup lahan bisnis esek-esek di wilayah Barito Utara (Barut) tidak main-main. Ini dibuktikan dengan adanya rapat penutupan lokalisasi "Indonesia Bebas Prostitusi 2019" di Muara Teweh yang digelar di ruang rapat wekretariat daerah lantai I, Rabu (15/8/2018).

Bupati Barut, H Nadalsyah yang dalam hal itu diwakili oleh Asisten I Setda Drs Hendro Nakalelo MSi, didampingi Dinsos PMD, Ketua DPRD Barut dan Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah, Dra Nonsihai MPd.

Bupati Barut dalam sambutannya yang dibacakan oleh Hendro Nakalelo mengaku mendukung penuh kegiatan sosialisasi penutupan lokalisasi oleh Dinas Sosial Pemerintah Provinsi Kalteng, terutama lokalisasi yang ada di Barut, yakni Lembah Durian, selain di empat daerah seperti, Kota Palangka raya, Kotawaringin Barat, dan Katingan.

"Siap memberikan sarana prasarana fasilitas dukungan penuh guna terlaksananya kegiatan tersebut terlebih di Kabupaten Barito Utara yang akrab disapa Lembah Durian Merong,"ucapnya.

Tercatat di Barut sebanyak 132 orang PSK yang resmi terdata, berasal dari daerah Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalteng, dan Kalsel.

Rapat tersebut juga di hadiri oleh unsur FKPD, dan unsur SOPD setempat.[doni]


TAG