Bersama Polres Kapuas, Kapolda Kalteng Ungkap Ilegal Logging

Print Friendly and PDF


KUALA KAPUAS - Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah bersama Polres Kapuas, kembali berhasil mengungkap kejahatan di bidang kehutanan atau illegal logging.

Hal itu terungkap pada pers rilis yang langsung disampaikan oleh Kapolda Kalteng, Irjend Pol Drs Anang Revandoko saat menggelar jumpa pers, di atas rakit Desa Budi Berkat, Handil Budi, Pulau Kupang, Kecamatan Bataguh, Kuala Kapuas, Senin (06/8/2018) siang.

Kapolda didampingi Kapolres Kapuas, AKBP Sachroni Anwar, Dirreskrimsus dan Kasubdit 4 Tipidter Reskrimsus Polda Kalteng menyampaikan hasil operasi bersama yang dilakukan Polres Kapuas, dan Krimsus Polda Kalteng.

"Polres Kapuas dan Krimsus telah melakukan upaya penanganan penindakan hukum terhadap ilegal logging di daerah (wilayah hukum) Kapuas," Kata orang nomor satu di jajaran Polda Kalteng itu.

Di mana, menurutnya, kejadian tersebut terjadi di kawasan hutan lindung di daerah Mangkutub, desa Mantangai Hulu, Kecamatan Mantangai, yang merupakan lokasi  dilindungi dan dijaga.

"Polres Kapuas, Diskrimsus Polda telah mengamankan tiga orang yang melakukan tindak pidana ilegal logging," jelas Jenderal Polisi Bintang Dua itu.

Dengan temuan barang bukti sambungnya kurang lebih 800 log/batang di desa Mentawai Mangkutub, Kecamatan Mantangai. Diduga barang bukti kayu log tersebut tidak dilengkapi dengan dokumen atau surat sahnya hasil hutan kayu bulat.

Menurutnya, ketiga orang yang diamankan tersebut, yang mana mereka semua memiliki peran masing-masing, mulai memotong atau menebang, menarik hingga  sebagai pemilik kayu-kayu tersebut di lokasi itu.

Ketiga orang tersebut, lanjut, Kapolda merupakan satu kelompok dan akan segera diproses lebih lanjut dengan Undang-undang nomor 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan  perusakan hutan.

Ketiganya diduga telah melakukan pembalakan dengan ancaman 5 tahun penjara dan denda Rp2,5 miliar.

Kapolda juga menyampaikan motif para pelaku adalah mencari keuntungan sendiri atau pribadi dan kejadian tersebut pada lokasi kawasan yang dilindungi,

"Lokasi kawasan hutan lindung nasional adalah tidak boleh ada upaya pengrusakan," tegas Kapolda.

Dalam konferensi pers itu juga dihadiri Pj Bupati Kapuas Agus Pramono, S.Sos Dandim 1011/Klk Letkol Inf Akhmad Syaikhu, serta sejumlah perwira di jajaran Polres Kapuas.[zulkifli]

TAG